Chocomous: 2014

[Download Audio] Kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA - Mungkinkah Seperti Aku Masuk Surga

0 | cookies
[Download Audio] Kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA - Mungkinkah Seperti Aku Masuk Surga mp3
Link download audio kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA dengan tema Mungkinkah Seperti Aku Masuk Surga yang dilaksanakan pada tanggal 27 September 2014.

JudulDurasiDownload
Mungkinkah Seperti Aku Masuk Surga1 Jam 53 Menit MP3 [21.2 MB]




Jika Allah Mencintai Seorang Hamba

0 | cookies
Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Jika Allah mencintai seorang hamba, Allah memanggil Jibril: ”Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia,” lalu Jibril mencintainya. Lalu Jibril memanggil penduduk langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia,” maka penduduk langit mencintainya. Kemudian diletakkan baginya penerimaan di bumi." (HR Al Bukhari, Muslim dan Al Bazzar)

Dan sepertinya, semakin besar cinta Allah pada hamba-Nya, semakin besar penerimaan bagi hamba-Nya tersebut di atas bumi.

Karena sepertinya begitulah yang terjadi pada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam yang bahkan setelah ribuan tahun, meski tak pernah ditemui, tak diketahui penampilannya, masih saja dicintai penduduk bumi.

Sederhana.. karena Allah mencintainya.

Mendapat penerimaan dari penduduk bumi adalah salah satu tanda cinta Allah. semakin luas penerimaan semakin besar (mungkin) cinta Allah. dan bukan berarti semua bisa menerima karena toh rasul pun punya haters hingga saat ini.

Menjadi yang dicintai Allah, tak ada jalan selain mencintai Allah lebih dulu.

Tujuan Yang Sama

0 | cookies
Mau sama-sama satu kota, sama-sama di satu tempat, sama-sama di satu acara, kalo takdirnya gak ketemu, ya gak akan ketemu.

Pun begitu sebaliknya.
Mau beda kota, beda negara, bahkan beda benua. Kalo takdirnya ketemu ya akan ketemu. Cepat atau lambat. Akan bertemu.

Sudah kuasa Allah untuk mempertemukan atau tidak mempertemukan. Itu wilayah Allah.

Yang mempertemukan satu orang dengan orang lainnya bukanlah kota yang sama, atau tempat yang sama. Melainkan tujuan yang sama.

Seperti kata Ustadz Felix, “Selama jalan kita sama, kita pasti akan bertemu, cepat atau lambat.”

Setelah saya renungi kata-kata tersebut, mengingat kejadian-kejadian yang sudah lalu, sungguh, saya merasakan dan mengalaminya. Bahwa itu benar adanya.

Seringkali saya berharap tiba-tiba bisa bertemu dengan seseorang. Atau sebaliknya, berharap tidak bertemu seseorang. Tak jarang kejadiannya tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Ingin bertemu malah tidak bertemu. Tidak ingin bertemu malah bertemu. Dan itu bagian dari ketetapan Allah.

Bahkan bila takdirnya bertemu tapi saat ini bukan waktu yang tepat, ya gak akan ketemu saat ini juga.

Allah tahu sekali mana saja yang baik untuk hambanya. Mana saja waktu yang tepat. Mana saja orang yang tepat.

Dan itu terbukti sekali saat ini. Mashaa Allah.. ada saja rencanaMu untuk tidak mempertemukan kami dengan orang-orang yang takdirnya memang tidak dipertemukan. Dan sungguh, indah sekali skenarioMu untuk mempertemukan orang-orang yang takdirnya memang dipertemukan.

Maha Suci Engkau pembuat sebaik-baik ketetapan. Maha Kuasa Engkau pembuat sebaik-baik jalan hidup seseorang.

Wallahu a'lam.

Hijrah

0 | cookies
Berhijrahlah karena Allah
Berhijrahlah untuk mengharap keridhoan-Nya
Tersebab.. akan Allah tinggikan derajat orang-orang yang berhijrah di jalan-Nya

Berhijrahlah karena Allah
Berhijrahlah untuk mengharap keridhoan-Nya
Tersebab.. akan Allah beri kemenangan yang sesungguhnya
Allah berikan kegembiraan. Allah berikan rahmat dan keridhoan
Allah berikan kesenangan yang kekal dalam surga-Nya.

Kekuatan Doa

0 | cookies
Saat pertama kali bumi diciptakan, bumi selalu bergoyang, bergoncang & tidak berputar dgn stabil, malah tidak berputar pada paksinya. Perkara ini merunsingkan para malaikat.
Kemudian para malaikat menghadap Allah s.w.t, "Wahai Rabb Yg Maha Mengetahui, mengapa bumi ini bergoyang?" tanya para malaikat.
"Karena belum dipaku." Jawab Allah singkat.
"Lalu, bagaimana Engkau memaku bumi wahai Rabb?" tanya malaikat lagi.
"Aku akan menciptakan gunung ganang."jawab Allah.
Setelah itu, Allah terus menciptakan gunung ganang di berbagai belahan bumi. Apa yg terjadi sememangnya benar. Setelah diciptakan gunung ganang, bumi pun diam kemudian berputar sesuai paksinya. Maka kemudian gunung dikenali sbg paku bumi yg diciptakan Allah s.w.t.  Paku
merupakan benda keras yg terbuat dr besi.
Setelah Allah menciptakan paku bumi yaitu gunung ganang, kemudian para malaikat bertanya lagi, "Ya Rabb, adakah yg lebih kuat dari paku?"
“Ada. yaitu api, yg dgn panasnya dpt melelehkan besi.”
"Adakah yg lbh kuat lg selain api, Ya Rabb?" tanya malaikat.
"Ada, yakni air yg dapat memadamkan api." jawab Allah.
“Jadi Ya Rabb, adakah yg lebih kuat dari air?” sambung malaikat.
“Ada, yaitu angin, yg karenanya dapat membawa air ke mana pun ia berhembus.” jawab Allah lagi.
“Tapi Ya Rabb, adakah yang lebih kuat daripada semua itu (gunung, api, air & angin)?” Malaikat bertanya lagi.
“Ada, yaitu nafas hamba-Ku yg berdoa kepada-Ku. Karena sesungguhnya doa itu mampu mengubah takdir-Ku.” demikian Allah s.w.t menjelaskan.

- Hadis Qudsi

Calon Imam

2 | cookies
Gak tau kenapa tiba-tiba keingetan sama kata-kata ceplosan dua orang temen saya dari jaman yang berbeda. Satu dari jaman putih biru dan satunya lagi dari jaman putih abu. Lagi-lagi persoalan hijrah saya satu tahun terakhir ini, yang menimbulkan mungkin sedikit banyak penilaian dari orang-orang. Terlebih lagi orang yang mungkin sudah lama mengenal ataupun sekedar mengetahui saya. Teman-teman masa sekolah kebanyakan. Bukan hendak show-off dan semacamnya tapi saya hanya ingin merekam apa-apa yang terbesit dalam benak saya.

Ngomongin cinta emang gak ada basinya. Ngomongin jodoh juga gak ada habisnya, apalagi jodoh yang berupa pasangan hidup, selalu akan menjadi topik hangat untuk diperbincangkan kapan saja dimana saja. Apalagi untuk kami, insan-insan yang belum dipertemukan pasangan hidup olehNya, kami yang masih dalam tahap memantaskan diri, kami yang masih dalam masa penantian. Atau lebih tepatnya.. Saya sedang membicarakan diri saya sendiri. Satu persatu teman-teman yang memang sudah siap dan dipandang siap oleh Allah segera melepas masa lajang mereka. Barakallah ya.. Semoga Allah permudahkan segala hajat mulia teman-teman saya baik yang akan mempersunting maupun yang akan segera dipersunting. Aslinya saya gak pernah mau terlalu ambil pusing masalah jodoh. Karena yang saya yakini jodoh, rezeki, maut adalah hal yang sudah dijamin oleh Allah. Dan Allah pasti akan memberikan karuniaNya tersebut pada saat yang tepat dan dengan caraNya yang paling indah. Sering saya sugestikan diri saya buat apa saya mengkhawatirkan hal - hal yang aslinya sudah dijamin sama Allah, sudah tertulis dalam Lauh mahfudz bahkan sejak saya masih berupa janin dalam kandungan ibu saya. Daripada mengkhawatirkan hal yang sudah pasti lebih baik saya mengkhawatirkan apa-apa yang belum pasti dalam hidup saya kan? Bagaimana jika saya meninggal nanti? Apa saya bisa masuk ke dalam surga Allah dengan hisab yang mudah atau justru sebaliknya? Tapi ya.. Mau bagaimana pun rasa harap cemas mengenai jodoh tentu saja acapkali saya rasakan. Ada satu harap yang saya pendam. Ada satu asa yang saya hanyutkan dalam ikhlas padaNya. Ada satu kepasrahan yang masih sedang saya perjuangkan.

Bukannya setiap orang biasanya hanya melihat apa yang terlihat dari luar saja? Atau memang beberapa orang sengaja memilih perempuan yang memang “serba bisa” sehingga saat perempuan itu menjadi isterinya ia takkan begitu merasa kesulitan karena kelebihan isterinya yang sudah lebih dulu ia ketahui. Ya laki-laki memang dipersilahkan bebas untuk memilih. Begitu juga kami, kan? Begitu juga saya. Ntah lah jika ditanya pasangan hidup seperti apa yang saya inginkan, jelas saya menginginkan suami yang taat pada Allah. Laki-laki yang rutin menghadiri majelis ilmu. Dan dengan ilmunya ia ajarkan apa-apa yang belum saya ketahui, begitupun sebaliknya. Laki-laki yang pakaiannya tidak isbal (Walaupun hal ini khilaf di kalangan ulama, namun saya pribadi berpegang pada pendapat ini). Laki-laki yang mampu membimbing dan menasihati saya, serta lembut pandangannya sehingga saat kekurangan yang ada pada diri saya ia ketahui, ia masih tetap bisa melihat kelebihan atau minimal ketulusan yang saya miliki untuknya. Laki-laki yang lembut hatinya mencintai Allah, sehingga jika ia sedang kesal pada saya maka ia takkan mampu untuk menyakiti saya. Tapi.. Seperti kata-kata yang sering saya dengar, the key is istiqomah. Istiqomah memang sulit. Berkali-kali saya mendengar kisah perempuan yang in shaa Allah solehah dan menikah dengan lelaki soleh juga namun apa daya.. Sang lelaki perlahan merangkak meninggalkan keistiqomahannya dan perlahan tapi pasti pula berakhir dengan menyakiti sang isteri. Jadi menurut saya.. Memilih pasangan soleh pun belum tentu jaminan bahwa ia takkan menyakiti dan meninggalkan saya. Karena memang seringkali saya mendapat atau mendengar kisah tarbiyatullah bahwa hakikatnya Allah lah sebenar-benarnya cinta sejati untuk kita. Bukan ia yang akan menjadi pasangan hidupmu. Hanya Allah lah yang berkuasa mengenggam hati manusia, hanya pada Allah juga lah semestinya kita menempatkan cinta tertinggi di hati ini. Ini PR buat saya yang masih seringkali harus meluruskan hati dan niatan atas segala hal yang saya lakukan atau yang saya hajatkan.

Hmm at least yang saya inginkan hanyalah jika saya menikah kelak, saya bisa menikah dengan orang yang Allah ridho jika saya mencintainya. Saya ingin mendampingi ia yang membutuhkan saya, ia yang mampu dan sanggup bertahan dengan saya apapun kekurangan dan kelemahan yang saya miliki. Saya ingin mendampingi dengan ia yang tak hanya ingin bersama saya didunia tapi juga ia yang ingin menuntun saya hingga sampai ke jannahNya. Saya gak akan pernah mempermasalahkan materi ataupun hal-hal yang ada didunia ini pada suami saya kelak. Karena yang saya pahami, semuanya hanya titipan. Harta melimpah akan menjadi ujian dan menjadi hal yang dihisab lebih lama diakhirat nanti, harta yang sedikit pun menjadi ujian kesababaran bagi kita didunia ini. Bukankah lebih baik kita bersusah dan bersederhana didunia tapi kita bisa nyaman dan dihisab dengan mudah di akhirat nanti? Saya hanya ingin.. Jika saya menikah nanti suami saya mengetahui bahwa jika saya bersedia menikah dengannya, itu artinya saya mau membentuk lembaran baru langkah baru menuju taat yang lebih baik, menuju keridhoan Allah dan surga bersamanya. Bukan bersama lelaki lain. Dan saya akan terus ada untuknya sampai akhir usia saya, apapun yang terjadi.

Allah masih menyembunyikan laki-laki yang pantas untuk saya disuatu tempat. Semoga kita senantiasa berlapang dada dan istiqomah dalam taat, hingga saatnya Allah pertemukan ya, calon imamku. Calon kunci pintu surga nerakaku.

[Download Audio] Kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA - Indahnya Senyum dan Pedihnya Tangisan

0 | cookies
[Download Audio] Kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA - Indahnya Senyum dan Pedihnya Tangisan mp3
Link download audio kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA dengan tema Indahnya Senyum dan Pedihnya Tangisan yang dilaksanakan pada tanggal 14 September 2014.

JudulDurasiDownload
Indahnya Senyum dan Pedihnya Tangisan 1 Jam 57 Menit MP3 [26.9 MB]




Demi Masa

0 | cookies
Banyak orang yang larut dalam hal-hal yang menghabiskan waktu. Tapi sebenarnya apa semua orang paham artian makna dari waktu?

Bila kamu ingin tau apa arti 1 tahun, tanyakanlah pada siswa yang tak naik kelas.

Bila kamu ingin tau apa arti 1 semester, tanyalah pada mahasiswa yang telat lulus kuliahnya.

Bila kamu ingin tau arti 1 bulan, tanyalah pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur.

Bila kamu ingin tau arti 1 minggu, tanyalah pada seorang editor koran mingguan.

Bila kamu ingin tau arti 1 hari, tanyalah seorang wanita yang menunggu hari pernikahannnya di esok hari.

Bila kamu ingin tau arti 1 jam, tanyalah pada seorang pengusaha yang terlambat menemui investor potensialnya.

[Download Audio] Kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA - Lenteraku Mulai Padam

0 | cookies
[Download Audio] Kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA - Lenteraku Mulai Padam mp3Link download audio kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA dengan tema Lenteraku Mulai Padam yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2014.

JudulDurasiDownload
Lenteraku Mulai Padam1 Jam 46 Menit MP3 [36.4 MB]



Berikhtiar

0 | cookies
Setiap orang memiliki cita-cita atas hidupnya. Ada yang menurut orang lain cita-citanya sangat tinggi, sehingga barangkali akan sangat sakit kalau terjatuh. Ada yang mimpinya unik, entah itu masuk akal atau tidak dan orang-orang cuma bisa tersenyum heran.

Tidak ada yang salah dengan cita-cita, justru kasian sekali orang yang hidupnya tanpa cita-cita. Mimpi dan cita-cita membuat hidup terasa hidup. Karena kita memiliki semangat untuk mewujudkannya suatu saat nanti.

Berikhtiar adalah hal yang tidak terbatas oleh waktu. Mimpi sekecil dan semustahil apapun itu wajib untuk diperjuangkan. Karena kita manusia. Berikhtiarlah tanpa henti. Sampai Allah memutuskan semuanya. Apakah kita harus tetap berjalan lurus pada apa yang sudah kita ihktiarkan, atau kah kita harus berhenti sampai tempat kita singgah sekarang. Allah akan memberi tanda, agar kita tidak berlama-lama menghabiskan waktu dalam kebimbangan dan ketidakpastian.

Allah hanya ingin menguji, seberapa besar keinginan kita terhadap mimpi kita. Jadi bejuanglah, selama kita bisa, selama kita masih bisa. Lalu berhenti jika Allah memintamu berhenti.
Itulah yang terbaik menurut-Nya, dan pasti terbaik untuk kita.

Wallahu 'alam.

Buih Di Atas Lautan

0 | cookies
Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Akan datang suatu masa, dalam waktu dekat, ketika bangsa-bangsa (musuh-musuh Islam) bersatu-padu mengalahkan (memperebutkan) kalian. Mereka seperti gerombolan orang rakus yang berkerumun untuk berebut hidangan makanan yang ada di sekitar mereka”.


Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah karena kami (kaum Muslimin) ketika itu sedikit?”


Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam menjawab: “Tidak! Bahkan kalian waktu itu sangat banyak jumlahnya. Tetapi kalian bagaikan buih di atas lautan (yang terombang-ambing). (Ketika itu) Allah telah mencabut rasa takut kepadamu dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah telah menancapkan di dalam hati kalian ‘wahn’.”

Seorang sahabat Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ‘wahn’ itu?”

Dijawab oleh Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, “Cinta kepada dunia dan takut (benci) kepada mati”.

- (at-Tarikh al-Kabir, Imam Bukhari; Tartib Musnad Imam Ahmad XXIV/31-32; “Sunan Abu Daud”, hadis No. 4279)


He

0 | cookies
he saw me
he got me
he never bothered to get to know me
he didn't respect me
& he oppressed me
he tormented me
& he broke me

But, then HE, who is most high, most perfect, saved me
Protected me & shielded me
it is He, who fixed me
He who will be Just with me
He who has always truly loved me
He who will give, after hardship, ease for me
Al Jabbar,
Al Kareem,
Al Wali
Subhana Wata’ala

Cita-Cita

0 | cookies
Komik. Selain harganya yang udh mahal (pake banget), manfaatnya bagi saya juga hampir tidak ada. Dulu, komik emang jadi temen saya untuk nemenin dimanapun saya berada, as we know dulu kan yang namanya socmed itu masih jarang banget (gak kayak sekarang). Komik juga ngebantu saya ngayal buat ngarang komik yang dulu saya buat di buku tulis (haha!.) Entah dulu saya yang sok jago atau apa, sampe pernah berambisi untuk jadi pembuat komik detective yang famous kayak aoyama & sherlock holmes -__- Karena udah terlalu sok PeDenya, banyak banget cita-cita yang ingin dicapai. Tapi lambat laun, semua itu perlahan-lahan hilang, bahkan benar-benar hilang. Dan entah sejak kapan..ambisi baru pun muncul. Apaa? Surga Firdaus.

Oke, mungkin terdengar tinggi banget ya cita-cita saya? iya, memang. Cita-citanya 'surga' aja udah sulit untuk dicapai, apalagi 'surga firdaus'? huh.

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda yang artinya, "Apabila kalian meminta kepada Allah, mintalah surga firdaus". (Sahih. HR Al-Bukhari)

Nah, jadi Rasulullah memang menyuruh kita berdoa kepada Allah untuk meminta surga firdaus. Jadi gak salah dan gak berlebihan bagi seorang muslim untuk meminta surga firdaus. Tapi harus diingat ya, kita gak bisa hanya berdoa dan berharap saja, tapi kita juga harus berusaha untuk mendapatkannya.

Harta Rasulullah

0 | cookies
Semenjak Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam diangkat oleh Allah menjadi Utusan-Nya, beliau tidak memiliki harta apapun karena seluruhnya dibelanjakan demi tegaknya Islam. Jika ada orang muslim yang tak punya pakaian mendatangi beliau, beliau biasa meminta bantuan Bilal, yang juga merupakan muadzin beliau, untuk meminjam sesuatu dari orang lain dan membelikan orang itu pakaian dan makanan.

Suatu saat, ada seorang dari kalangan musyrikin datang kepada Bilal. Orang itu mengetahui kebiasaan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam. Ia berkata, “Wahai Bilal, aku bisa memberimu pinjaman. Karena itu pinjam saja padaku, tak usah kamu pinjam kepada orang lain.” Bilal pun menerima tawaran itu dengan senang hati. Sejak saat itu, Bilal pun terkadang meminjam pada orang itu.

Pada suatu hari, Bilal berwudhu lalu bergegas untuk mengumandangkan adzan, sementara orang musyrik itu sedang berdiri di tengah kerumunan pedagang. Ketika melihat Bilal, ia berseru, “Wahai Orang Habsyi!” Bilal  menjawab, “Ya, ada apa?” Lalu ia berbicara dengan nada yang agak keras, “Tahukah kamu, berapa jarak antara kamu dan bulan depan?!” Bilal menjawab, “Sudah dekat.” Ia balik berkata lagi, “Sesungguhnya jarak antara kamu dan bulan depan adalah empat malam lagi. Pada saat itu aku akan menagih uang yang aku pinjamkan kepadamu. Karena sesungguhnya aku tidak pernah memberikan kamu sesuatu dikarenakan kemuliaanmu atau kemuliaan sahabatmu itu. Kalau kamu tak bisa membayar hutangmu itu, kamu harus menjadi budakku!” Lalu orang itu berlalu.

Fitrah Manusia

0 | cookies
Sepintas terpikirkan satu pertanyaan dalam benak "mengapa laki-laki ataupun perempuan menginginkan pernikahan?". Lalu kembali teringat pada ayat al-Quran dalam ar-Ruum (30) ayat 21.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
Jadi jelas, bahwa pemasangan tiap-tiap hamba-Nya adalah wujud dari kekuasaan Allah. Dengan siapa laki-laki berpasangan, maka itu adlaah bentuk kekuasaan-Nya. Selain ayat ini, mari cermati Kalamullah dalam Ali Imran ayat 14.
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."
Kecederungan terhadap wanita, begitupun kecenderungan wanta kepada laki-laki adalah sebuah fitrah dan anugerah yang Allah berikan. Jadi, sudah seharusnya fitrah ini dipraktekan dengan cara fitrah yang Allah ridhoi. Dalam Islam tidak pernah ada kata pacaran apalagi pacaran islami. Dalam Islam, hanya ada 1 ikatan sah dan halal antara laki-laki dan wanita yang saling memiliki kecenderungan yaitu : pernikahan. Sayangnya kebanyakan orang menganggap pacaran adalah hal yang wajar, karena pada akhirnya mereka juga akan menikah. Sering kali terusik dengan umpatan “kan sebelum menentukan pilihan, harus kenal dulu calon kita. Pacaran itu kan cara kita mengenal calon pasangan kita nantinya.”

Semua Ada Balasan

0 | cookies
Umar bin Khathab ketika dihadapkan suatu musibah di negerinya maka beliau akan bertanya kepada para pegawai dan rakyatnya, “Maksiat apa yang sudah kita lakukan sehingga kita ditimpa musibah seperti ini?”

Begitulah sang Khalifah memaknai suatu musibah, yang tak lepas dari perbuatan manusia baik sengaja atau tidak. Kecil maupun besar.

Maka dalam ayat Alqur’an teranglah dituliskan “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 7-8)

Menyederhanakan Dunia

0 | cookies
Dikisahkan dengan indah tatkala Umar bin Khathab menemui Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam di kamar beliau, lalu Umar mendapati beliau tengah berbaring di atas sebuah tikar usang yang pinggirnya telah lapuk. Jejak tikar itu membekas di punggung beliau, sebuah bantal yang keras membekas di bawah kepala beliau, dan jalur kulit samakan membekas di kepala beliau. Di salah satu sudut kamar itu terdapat gandum sekitar satu gantang. Di bawah dinding terdapat qarzh (semacam tumbuhan untuk menyamak kulit).

Dengan haru bercapur sedih air mata Umar bin Khathab menetes. Ia tidak kuasa menahan tangis karena iba dengan kondisi pimpinan tertinggi umat Islam itu. Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam melihat air mata ‘Umar yang berjatuhan, sepenuh cinta Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam lalu bertanya,“Apa yang membuatmu menangis, wahai Ibnu Khathab?”

Umar, dengan kata-kata yang bercampur-aduk dengan air mata dan perasaannya yang terbakar menjawab, “Wahai Nabi Allah, bagaimana aku tidak menangis, sedangkan tikar ini membekas di punggung-mu, sedangkan aku tidak melihat apa-apa di lemari-mu? Kisra dan Kaisar duduk di atas tilam dari emas dan kasur dari beludru dan sutera, dan dikelilingi buah-buahan dan sungai-sungai, sementara engkau ya Rasulullah adalah Nabi dan manusia pilihan Allaah!”

K to the Drama

5 | cookies
I know its too late for me to make an announcement.
Well so.. I'm not gonna uploading about movie, kdrama & lyrics anymore. just like I did to kpop, gd & big bang. Not for now, and then.
I know that y'all disappointed. I felt so sorry :(
But if I didn't do it now, when?
I just wanna waste my time with doing more beneficial things to my afterlife.
Remember that this dunya is temporary, and akhirah is everlasting. Don't forget about our mission in this dunya, guys. I'm not an ustadzah, but this is just an ourselves reminder. So, I hope that you guys understand why did I do that thing.

and..BIG thanks to my fellow chingudeul who joined & visited to my blog these days :)

Jika Rasulullah Hadir di Hadapan Kita

0 | cookies
Bagaimana jika tiba-tiba Rasulullah hadir di hadapan kita? Mengucap salam, menampakkan senyum indahnya, kemudian bertanya tentang kabar hati kita? Apa yang harus kita katakan?

Apakah kita harus menceritakan tentang ujub yang menyelimuti hati, karena merasa telah melakukan amal yang lebih baik dari orang lain? Ataukah kita harus menceritakan tentang dengki yang menggelapkan mata, karena merasa nikmat yang kita terima tidak lebih cukup dibanding dengan yang diberikan pada orang lain? Ataukah kita harus menceritakan tentang amarah yang tak terkendali, karena keengganan kita memaafkan orang lain?

Bagaimana jika tiba-tiba Rasulullah hadir di hadapan kita? Mengucap salam, menepuk punggung kita, kemudian bertanya tentang kabar amalan yaumiyah kita? Apa yang harus kita ceritakan?

Apakah kita jujur saja bahwa selama ini amalan yaumiyah kita stagnan bahkan cenderung turun karena kemalasan yang sering kali kita izinkan hadir mendominasi kita? Ataukah kita berdalih bahwa selama ini rutinitas sehari-hari kita membuat kita sibuk sehingga tak sempat menyempatkan waktu bahkan untuk sekedar tilawah saja? Ataukah kita menceritakan kehebatan amalan yaumiyah orang lain saja untuk mengalihkan pembicaraan?

Mengetahui Tujuan Hidup

1 | cookies
Kurang lebih 10 bulan yang lalu, saat saya mengikuti liqo' untuk pertama kalinya, saya dan yang lainnya ditanyai satu-persatu tentang tujuan hidup manusia. Jawaban-jawaban yang dilontarkan pun berbeda-beda tetapi tidak ada satupun yang benar. Kami bingung dan benar-benar dibuat penasaran dengan pertanyaan tersebut. Dan pada akhirnya jawaban pun terlontarkan. Tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)

Cinta Tanpa Syarat

0 | cookies
Dan seorang sahabat yang bernama Thouban datang seraya berkata “Wahai Rasulullah, apakah kami harus pergi ke surga?”

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda “Memangnya ada apa Thouban? Kenapa kau bertanya seperti itu?”

Thouban berkata “Karena di hari kiamat nanti, Allah akan memberikanmu buku catatan amal yang penuh dengan begitu banyak amal baik, kau akan berada di tempat yang tinggi bersama para nabi dan anbiyya, sedangkan orang-orang seperti kami akan berada di surga tingkat rendah. Wahai Rasulullah, apa tujuannya berada di surga jika kami tidak bisa bersamamu? Tidak bisakah kita tinggal di Madinah saja dan menikmati kehidupan dimana kita bangun bersama, duduk bersama, dan shalat bersama?”

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya “Kau akan bersama dengan seseorang yang kau cintai. Belajarlah caranya mencintaiku, maka kau akan bersamaku.”

Wallahu a'lam.

Amalan Terbaik

0 | cookies
Murid: Ustadz, apakah amalan yang terbaik bagi kehidupan kami?

Ustadz: Amal yang terbaik adalah yang sesuai dengan keadaan dirimu.

Jika engkau seorang penakut, amal terbaikmu adalah berkata benar di hadapan penguasa yang zalim atau berjihad di jalan Allah.

Jika dirimu mempunyai dendam dan teraniaya, amal terbaikmu adalah memaafkan dan menjalin silaturami.

Status Hamba

0 | cookies
Salah satu hal ternikmat bisa jadi bagian jama’ah di mesjid itu, kita bisa lihat dengan jelas apapun status kita dan siapapun kita, tua, muda, pelajar, mahasiswa, karyawan, pengusaha, pedagang kaki lima, bahkan pemulung sekalipun aslinya adalah sama, gak ada perbedaan status atau apapun itu. Sama-sama cuma seorang hamba.

Saat sama-sama tenggelam dalam sujud kita juga sama-sama sadar diri kalo kita cuma hamba yg lemah dan gak punya apa-apa.
Nafas yang gratis pun dikasih sama Allah, Apalagi harta, uang, dan yang lainnya semua juga punya Allah.
Mau dititip banyak atau sedikit pun semuanya juga punya Allah, jadi bagian mana yang pantas untuk disombongkan ya? :)
“Dirikanlah sholat, tunaikanlah Zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yg ruku" (QS. Al Baqarah:43)

Pilihan Terbaik

0 | cookies
Hidup memang selalu tentang pilhan. Dan selalu ada dua pilihan yang menjadi perbandingan setara. Pilihan yang mengandung banyak sekali kelebihan, tak juga luput kekurangan. Termasuk dalam persoalan memilih pasangan hidup. Urusan tentang ini tidak pernah menjadi hal yang remeh. Entah ketika belum muncul pilihan, atau sudah datang beberapa pilihan.

Saking takut salah memilih, maka tanpa sadar diri ini menentukan beberapa daftar kriteria. Tapi ternyata kriteria juga tak kunjung memberikan pencerahan. Tak jarang pula menghapus dan menulis ulang tipe beserta urutan kriteria, menambah atau mengurangi bobot bila dirasa terlalu idealis. Berharap cara tersebut mampu mempermudah diri dalam memilih.

Sayangnya, semakin kesini ternyata semakin membingungkan. Ada yang tertambat di hati, namun tidak mampu penuhi barisan-barisan kriteria. Ada yang sangat memenuhi, namun karena kekurangan sedikit, hati tidak bisa menerima. Ada yang datang tapi belum dikenal, takut-takut justru dialah orangnya.

Memilih pasangan hidup tidak semudah memilih gamis mana yang harus dibeli (karena bagi saya memilih gamis juga pilihan yang sulit :p). Rumit. Untungnya Allah selalu memberikan petunjukNya.

Riyaa' Terselubung

0 | cookies
Syaitan tidak berhenti berusaha menjadikan amalan anak Adam tidak bernilai di sisi Allah. Diantara cara jitu syaitan adalah menjerumuskan anak Adam dalam berbagai model riyaa‘. Sehingga sebagian orang ‘KREATIF‘ dalam melakukan riyaa‘, yaitu riyaa‘ yang sangat halus dan terselubung. Diantara contoh kreatif riyaa‘ tersebut adalah :


Pertama :
Seseorang menceritakan keburukan orang lain, seperti pelitnya orang lain, atau malas sholat malamnya, tidak rajin menuntut ilmu, dengan maksud agar para pendengar paham bahwasanya ia tidaklah demikian. Ia adalah seorang yang dermawan, rajin sholat malam, dan rajin menuntut ilmu. Secara tersirat ia ingin para pendengar mengetahui akan amal ibadahnya. Model yang pertama ini adalah model riya‘ terselubung yang terburuk, dimana ia telah terjerumus dalam dua dosa, yaitu mengghibahi saudaranya dan riyaa‘, dan keduanya merupakan dosa besar. Selain itu ia telah menjadikan saudaranya yang ia ghibahi menjadi korban demi memamerkan amalan sholehnya.

A Reminder

1 | cookies
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :


“Sungguh sebuah perkara yang amat mengherankan tatkala kamu telah mengenal-Nya lantas kamu justru tidak mencintai-Nya. Kamu mendengar da’i yang menyeru kepada-Nya namun kamu justru berlambat-lambat dalam memenuhi seruan-Nya.

Kamu menyadari betapa besar keuntungan yang akan dicapai dengan bermuamalah dengan-Nya namun kamu justru memilih bermuamalah dengan selain-Nya. Kamu mengerti betapa berat resiko kemurkaan-Nya namun kamu justru nekat membangkang kepada-Nya. Kamu bisa merasakan betapa pedih kegalauan yang muncul dengan bermaksiat kepada-Nya namun kamu justru tidak mau mencari ketentraman dengan cara taat kepada-Nya.

Kamu bisa merasakan betapa sempitnya hati tatkala sibuk dengan ucapan selain-Nya dan meninggalkan pembicaraan tentang-Nya. Akan tetapi kamu tidak mencari kelapangan hati dengan berdzikir dan bermunajat kepada-Nya. Kamu bisa merasakan betapa tersiksanya hatimu tatkala bergantung kepada selain-Nya namun kamu tidak meninggalkannya menuju kenikmatan pengabdian serta kembali bertaubat kepada-Nya.

Hakikat Cinta

1 | cookies
"Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. Membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri." [Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah]
Kecintaan kita pada sesuatu (atau seseorang) memang telah menjadi ujian. Bagaimana seorang pemuda yang sedang lengah dimabuk cinta, bagaimana cara orang tua mencintai anak-anaknya, bagaimana seorang suami mencintai istrinya, bagaimana seorang saudagar mencintai harta perniagaannya. Bukankah semuanya berpotensi membuat manusia lupa diri?

Sebab Ibnu Qayyim telah menasehatkan kita bahwa, "Cinta tidak lain merupakan sebab yang paling kuat untuk mampu bersabar. Kehadirannya membuat manusia tidak lagi menyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Karena sesungguhnya seseorang pasti akan menaaati sesuatu yang dicintainya, dan setiap kali bertambah kekuatan cintanya maka rasa cinta itu akan berpotensi membuatnya lebih taat kepada-Nya."

Skenario Allah

0 | cookies
Dalam hidup ini, banyak hal yang tak terduga datang.

Siapa sangka si kecil Yusuf yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya ternyata menjadi seorang menteri di kerajaan fir’aun?
Siapa sangka seorang Musa yang diusir dari negaranya, kembali dan mengambil kaumnya dan tiba-tiba mampu membelah lautan?
Siapa sangka seorang yatim piatu Muhammad ternyata mampu mengubah peradaban?
Siapa sangka si bocah Al-Fatih mampu menjadi panglima terbaik sepanjang zaman?
Siapa sangka dari mulut si lumpuh Ahmad Yasin ternyata mampu memukul mundur pasukan lawan?


Yakin, Allah punya skenario besar dibalik ujian yang ia berikan, terpuruknya kondisi kita tidak akan menghalangi takdir Allah pada kita.
Ujian adalah tarbiyah dari Allah, ujian adalah bukti cinta dari Allah, dan ujian adalah momen saatnya kita naik.

"Kalaulah kita tau skenario Allah, sungguh, sungguh engkau akan menangis bahagia." (Amr khalid)
Wallahu a'lam. 

Cerminan Diri

0 | cookies
Karena sejatinya, jodoh adalah cerminan dari diri kita sendiri.
Mau dapet jodoh yang nilainya 9 tapi nilai kita masih 7? Mana mungkin.

Mau dapet jodoh yang rajin ke mesjid tapi kita sendiri ‘tidak mendengar’ ketika adzan berkumandang? Malah sibuk dengan gadget, pekerjaan, dan hal cere-cere lainnya. 

Mau dapet jodoh yang rajin ibadah wajib dan sunnah tapi kita masih susah untuk puasa Senin-Kamis, dhuha, dan tahajud? Lupakan.

Atau mau dapet jodoh yang pemahaman agamanya top tapi kita sendiri masih malas untuk mencari dan datang ke kajian-kajian semacamnya? Minimal mendengarkan tausiyah di berbagai media deh.

Well, semua orang pasti mau mendapatkan jodoh yang rajin beribadah, wajib maupun sunnah yang nilainya 9. Bukan di mata kita, bukan juga di mata bos. Tapi bernilai 9 menurut Allah. Meningkatkan kualitas diri jadi kunci utama untuk mendapatkan si angka 9 ini. Kata ustad Yusuf Mansur, jika orientasinya akhirat inshaa Allah yang dunia juga mengikuti. Dan jika orientasinya Allah, inshaa Allah deh si angka 9 juga akan mendatangi. 

Wallahu a'lam.

Wanita, Sandal dan Mahkota

1 | cookies
Seorang pemuda berkata, “Wanita itu seperti sandal jepit, ia akan diganti dan dibuang saat ditemukan sandal lain yang lebih bagus dan pas.” Mendengar hal itu, kakek tua yang duduk di sebelahnya berkata, “Benar, wanita itu memang seperti sandal jepit, itu karena engkau menganggap dirimu sebagai kaki, sebagai ceker! Tapi bagiku, wanita itu seperti Mahkota, yang kuletakkan di atas kepala, kuhormati, kurawat dan kujaga sepenuh hati, takkan pernah kuganti. Itu karena aku menganggap diriku sebagai Raja.”

Sesungguhnya, saat seseorang memperlakukan orang lain dengan buruk, karena memang dasarnya ia menganggap dirinya sendiri juga buruk.
Sesungguhnya, manusia tanpa kaki masih bisa hidup, tapi tanpa kepala ia takkan lagi bernyawa.

Untuk para akhwat yang lagi baca ini, jadikanlah diri kalian seperti mahkota dengan menjaga kehormatan & kesucian dari perbuatan nista. Dan untuk para ikhwan, hormatilah wanita sebagaimana kalian menghormati ibu kalian.

Tanda-Tanda Kiamat Berdasarkan Sabda Rasulullah

0 | cookies
Beberapa tanda-tanda kiamat berdasarkan sabda Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam:


    1. Wanita berpakaian tapi telanjang
“Ada dua tipe manusia di antara penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu kaum yg memiliki pecut seperti seekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang dan mencondongkan kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak dapat mencium baunya” (HR Muslim)
Gambaran hadist ini sudah jelas banget ya kita rasakan, sekarang banyak wanita yang mengaku agama nya islam tapi gak menunjukkan sisi kemuslimahan darinya. Banyak wanita muslimah yang berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat islam, bahkan tidak sedikit yang dengan bangganya memamerkan lekuk tubuh mereka  dengan memakai pakaian trend terkini nan modis dan gaya yang aslinya meniru budaya-budaya barat alias menyerupai orang-orang kafir. Naudzubillahi min dzaalik :(

    2. Berlomba-lomba meninggikan bangunan
Meninggikan bangunan, gedung pertokoan, perkantoran atau tempat tinggal bukan hal yang asing lagi  diantara kita, terutama bagi orang-orang yang tinggal diperkotaan. Seiring bertambahnya penduduk, manusia pun berlomba-lomba mengokohkan dan meninggikan bangunan huni mereka, karena alasan satu dan lain hal. dan gak bisa disangkal juga terkadang seiring bertambah tinggi gedung yang mereka punya bertambah tinggi pula hati yang ada dalam jasad mereka.
“Dan akan kalian saksikan orang-orang yang bertelanjang kaki larut dalam bermegah-megah dunia, berlomba-lomba meninggikan bangunan” (HR muslim)

I'm Nothing Without Allah

0 | cookies
Hari ini barusan aja habis menemukan satu dua dan lain hal yang membuat saya merasa menjadi orang yang paling merugi tapi juga paling beruntung.

Gimana ya.. Susah dijelaskan.
Tapi yang jelas, Masha Allah.. Allah baiiiiiiiik banget, perlahan tapi pasti saya seperti nya bisa membaca skenario yang sudah Allah persiapkan untuk saya. Skenario yang sudah terjadi tentunya. Dan sudah jelas, skenario Allah adalah skenario yang pasti terbaik untuk hamba-hambaNya.

Segala hal yang saya lalui, hadapi, rasakan dan apapun itu yang sudah menghantarkan saya menjadi saya yang sekarang. Saya yang (menurut saya pribadi) menjadi saya yang setidaknya lebih baik dari kemarin.

Allah gak membiarkan saya terus-terusan tenggelam dalam kesalahan saya.
Allah gak membiarkan saya larut dalam hal-hal dunia yang justru merugikan diri saya sendiri.
Allah menjauhkan saya, menghindarkan saya dari segala hal yang nampaknya baik tapi ternyata amat sangat tak baik untuk saya.
Allah gak pernah membiarkan saya tersesat terlalu lama, dalam hal apapun.

Perlahan tapi pasti.. Allah selalu menuntun saya menuju jalanNya.
Allah menuntun saya walau tanpa saya pinta.
Allah memberi petunjuk kepada saya yang walau saya tak pernah menyangka akan membutuhkan dan mendapatkan petunjuk itu.

Ilustrasi Surah Al-Falaq

1 | cookies

Ilustrasi super keren tentang Surah Al Falaq. Buat yang belum pernah nonton, highly recommended :D

Buat yang ngedengerinnya agak kecepetan, boleh kali ya diceritain dikit :)

Pada video keren ini diceritakan, bahwa di surah Al Falaq ini Allah ingin kita berfikir seperti seorang tukang kebun, dimana seorang tukang kebun harus menjaga tanaman-tanamannya agar tetap bertumbuh dengan baik bukan?

Pertama, ada makhuk-makhluk lain yang ingin mengganggu tanaman kita tumbuh dengan baik bahkan ingin memakannya, mereka seperti kambing, wereng, serangga-serang lain, dan sebagainya. Apakah mereka ingin ‘menyerang’ tanaman kita karena mereka jahat? Tidak! Karena fitrah mereka seperti itu..Kambing dan wereng fitrahnya memang makan tanaman. Sebagaimana macan memakan kambing atau rusa, elang memakan ular, dan sebagainya. 

Persis dengan kehidupan kita, ketika kita berusaha meraih sesuatu pasti ada saingannya. Pingin dapet ranking satu, ada saingan siswa yang lain, mau dapetin kuliah sesuai yang diinginkan juga saingan dengan anak-anak SMA yang lain, dapat kerja, nyari proyek, dan sebagainya. Apakah karena mereka  semua jahat? Tentu tidak, karena mereka juga sama berikhtiar pula dengan kita. Termasuk iman kita, ada hal-hal yang mungkin membahayakan iman kita karena seseorang tapi bukan berarti beliau jahat dengan kita.

Taubat Wanita Pezina di Zaman Rasulullah

0 | cookies
Dalam sejarah Islam telah tercatat sebuah kisah pertaubatan menakjubkan yang pernah diketahui oleh manusia. Sebuah kisah tentang taubat seorang  wanita yang berzina di zaman Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam.

Suatu hari ketika Rasulullah bersama para sahabatnya di masjid tiba-tiba datang seorang wanita yang berhijab dengan baik. Semua sahabat mengenalnya sebagai seorang ummahat yang shalihah.

Wanita itu berjalan menuju Rasulullah dg perlahan. Pada hari itu wajahnya dipenuhi ketakutan dan kesedihan yang sangat. Takut, gentar, sedih, malu terpancar jelas dr raut wajahnya. Hingga sampailah ia dihadapan Rasulullah. Ia berdiri dihadapan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam dan ia mengatakan bahwa ia telah berzina.

Dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan (maksiat yang mewajibkan adanya) hukuman had (atasku), maka sucikanlah aku!”

Matanya pun tak kuasa membendung air matanya. Hatinya remuk redam tak mampu membayangkan betapa besar dosa yang telah dilakukannya.

Seperti yang kita ketahui hukuman dosa untuk pezina tidak main-main. Bila ia belum menikah, maka ia akan dicambuk 100x. Namun untuk yang sudah menikah, syariat yang ditetapkan adalah dirajam.

Taqwa

0 | cookies
Umar bin Khattab ra. bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang taqwa.
    
    Ubay bin Ka'ab: Apakah kamu pernah menempuh jalan berduri?
    Umar bin Khattab: Pernah
    Ubay bin Ka’ab: Apa yang kamu lakukan?
    Umar bin Khattab: Aku berusaha keras dan bersungguh-sungguh.
    Ubay bin Ka’ab: Itulah taqwa.

”Itulah taqwa, kepekaan hati nurani, kebeningan perasaan, rasa takut yang terus-menerus, kehati-hatian yang langgeng, dan kewaspadaan terhadap duri-duri jalan.” - Sayyid Qutb

Kambing Hitam

0 | cookies
"Sometimes, people with the worst past have a better future. Because every righteous person has a past and every sinner has a future."
Manusia, konon kabarnya begitu sering meng-kambing hitam-kan masa lalu. Mereka mencoba pergi sejauh-jauh arah darinya, melupakannya dengan segala macam cara, bahkan ada pula yang hendak mengubur sedalam-dalamnya agar tak lagi ingat. Move on, katanya.

Tapi sadarkah kita jika begitu banyak pula kisah masa lalu yang justru menjadi “kambing putih”, dimana sebuah premis negatif ditegakkan bahwa “Mereka yang sekarang tidak lebih baik daripada mereka yang dahulu. Mereka telah berubah.” Bukankah terdengar mengecewakan?

Masa lalu tidaklah selalu nestapa, meskipun masa depan akan selamanya menjadi misteri. Mantan tidak selamanya berkonotasi negatif, seperti halnya kandidat yang juga tidak selalu berarti calon punggawa. Sudah pula jamak diperdengarkan oleh media tentang kisah-kisah para mantan. Mantan pengguna narkoba, mantan narapidana, mantan kekasih(?), mantan preman, mantan jambret, mantan copet, mantan tukang santet. Apalagi yang ketinggalan? Oh iya, mantan Muslim. Ada juga, kan? Ada.
    "Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan sebagai muslim.” [QS. Ali Imran: 102]

Sahabat Yang Menjadi Syafa'at

0 | cookies
Imam Syafi’i berkata, "Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali."
Diriwayatkan bahwa, apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat2 mereka yg selalu bersama mereka dahulu di dunia bertanya tentang Sahabat mereka kepada Allah, "Yaa Rabb…Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami,  puasa bersama kami dan berjuang bersama kami?"

Maka Allah berfirman, "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab “Az-Zuhd”)

Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Perbanyaklah Sahabat2 mukminmu, karena mereka memiliki Syafa’at pd hari kiamat.”

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat2nya sambil menangis, "Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku, "Wahai Rabb Kami…Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu."."

Wallahu 'alam.

Hellooo Laptop!

0 | cookies
Alhamdulillah, finally bisa blogging lagi pake laptop sendiri. 
Jadi ceritanya, 2 minggu kemarin laptop saya  jatuh dari tempat tidur dan menyebabkan casing LCDnya terbuka dan ketika ditutup casenya gak pas dan menyebabkan bunyi yg bikin takut sendiri -.-'' Pertama yang ada dibenak saya sih, takut banget ketauan ayah kalo ini laptop jadi cacat gini. ehh gak taunya..beberapa hari kemudian ayah tau juga dengan sendirinya. ckck. Awalnya ya..pasti dimarahin. Tapi akhirnya disuruh dibawa ke tempat service. Sempet kaget pas ini laptop dinyalain disana, layarnya gak nyala dan cuma lampu indikatornya aja yang nyala. shockkk!!! padahal keadaan laptop sebelum dari hari itu oke-oke aja. ffuhhh!! Katanya si teknisi sih mungkin LCDnya retak. Perkiraan biaya perbaikannya sih 800rb, ehmm. Mahal juga ya. But at the end nih, pas tadi ngambil laptop mereka bilang LCDnya gak retak tapi ada yg hrs diperbaiki di bagian motherboardnya. Dan biaya perbaikannya jadi 600rb (kurang 200rb Alhamdulillah deh)

Kangennya sama laptop ini ngelebihin kangennya saya sama temen saya, wkwk. Tadi rela-relain gak kuliah gegara cuma mau ngambil laptop doang. Kalo diambilnya sehabis ngampus sih mungkin gak bakalan sempet, soalnya pulang sore dan tempat service nya udah keburu tutup. 
Jadi sekarang lagi mau kangen-kangenan dulu nih sama laptop. haha

Karena Cinta

1 | cookies
Karena cinta, Abu Bakar rela diam menahan sakit disengat serangga agar Rasulullaah tak bangun Dari tidurnya.

Karena cinta pula, Bilal rela ditimpa batu di bawah panas matahari demi 1 yang dicintainya : Ahad, Ahad, Ahad,

Pun karena cinta, Ali rela memendam rasa pada Fatimah dan mempersilahkan Abu Bakar meminangnya.

Lalu karena cinta, Rabiyatul Adawiyah rela menggadai dunia dan hanya mengabdikan cintanya demi melihat wajah Rabb-nya.

Maka, selayaknya kita hijrahkan cinta dari kata sifat ke kata kerja. Agar karena cinta, kita hanya ingin terus memberi. Bahkan ketika kita tak mampu memiliki.

Nikah?

3 | cookies
Jam di laptop udah nunjukkin pukul 8:20 PM. Gak tau kenapa suddenly pengen nyampah soal beginian, haha.

As we know, Islam itu perfect. Ngatur dari bangun tidur sampai tidur lagi. Termasuk soal pergaulan. Makanya di dalam Islam itu muncul deh larangan mendekati zina (pacaran), khalwat (berdua-duaan dengan orang yang bukan mahram), ikhtilat (bercampur-baur laki-laki dan perempuan tidak untuk sesuatu yang dibenarkan syara’), dsb. Dan karena itu juga di dalam Islam ada tuh yang namanya taaruf,khitbah dan nikah.

Saya juga gak tau sejak kapan pembahasan orang-orang di sekitar saya jadi berubah tentang nikah-nikah. Gak di dunia nyata, di dunia maya juga gak kalah rame. Bahkan lebih rame. Sampe akhirnya keliatan dah semua isi hati orang-orang. Saya ngerasa mendadak punya indera keenam haha :p 

Oke nih balik ke celotehan saya soal nikah. Mungkin masih banyak yang berpandangan sama dengan saya sekarang soal nikah. Bayangannya adalah bahagia every time. Flowering every day. Kepikiran kek gini soalnya mungkin karna dulunya suka noontonin drama Korea kali yahh *eh
Kalo emang masih seperti itu bayangannya, itu tandanya masih belum siap 100% buat nikah. Makanya ini juga yang bikin saya gak begitu suka ngebahas nikah kalo yang dibahas hanya masalah yang sweet nya aja. Karena nikah itu gak seperti pacaran. Meskipun gak menutup kemungkinan yang udah nikah juga bisa menciptakan suasana seperti indahnya pacaran. Cuma, kalo buat saya, menikah itu adalah sebuah proses seumur hidup. Sama seperti dakwah. Butuh ilmu yang cukup sebagai bekal dan sebuah azzam (tekad) yang kuat untuk selalu belajar agar bisa menjejaki setiap langkah dan jalan yang akan dilalui nantinya. Nah, kalo ternyata mikirnya masih tentang aku dan kamu, apa bedanya sama pacarannya anak ABG? Apalagi kalo yang mikir gitu ternyata aktivis dakwah? Meskipun emang nikah itu perkara individu. Tapi, ketika menikah kewajiban dakwah dan dakwah jamaah tetap gak akan lepas dari pundak selagi Khilafah belum tegak. Jadi, kalo mau nikah ya mikir juga ntar kalo menghadapi masalah gimana, dakwahnya mau dibuat seperti apa, infaq di jalan dakwah bakal diatur seperti apa, mendidik anak bakal seperti apa, dsb.

Cinta Ditolak, Akun FB Di-Hack

0 | cookies
Well yaa..ini berlebihan banget. Judul di atas asli. Meskipun kelihatannya lebay bin alay. 
Trus, gimana ceritanya?

Dulu, Cinta Ditolak Dukun Bertindak. Kalo di jaman sosmed kayak gini ya seperti judul di atas. Haha, saya juga gak habis pikir. Padahal cerita itu udah lama. Ternyata dendamnya masih belum padam. Ceritanya, beberapa waktu lalu teman FB saya sempat kena hack sama seseorang yang ternyata dulu adalah teman sekolahnya waktu SMA. Motifnya dendam masa lalu. Haha, udah kayak beritain Buser aja :D Jadi si cowok dendam karena cintanya ditolak sama temen FB saya itu. Ya jelas aja, orang mbaknya udah paham Islam. Lagipula emang dianya juga gak ngaca. Cowok baik-baik gak bakalan ada yang sudi ngajak cewek yang dia suka untuk nyicipin maksiat. Atau mungkin dia gak punya cermin kali ya buat ngaca? Ckckck… Hari gini?

Kalo saya boleh komen nih ya, peristiwa kayak gitu gak ujuk-ujuk ada. Semua emang karena ada sebuah sistem yang membuat kondisi jadi kacau-balau seperti hari ini. Atas nama cinta semua jadi legal. Termasuk ngobrak-ngabrik akun orang. Dan emang sih sekarang ini jaman dimana kebebasan menjadi sesembahan. Dipayungi oleh sebuah sistem bernama Demokrasi makin menjadilah kelakuan orang-orang hari ini. Mirisnya, mereka adalah Muslim.

Bekal Untuk Berdakwah

0 | cookies
Q:  Maklum bahwa berdakwah kepada Allah membutuhkan bekal ilmu syar’i. Apakah ilmu yang dimaksud adalah menghafal Al Qur’an dan As Sunnah? Dan apakah cukup dengan berbekal ilmu yang dipelajari di sekolah-sekolah dan universitas-universitas untuk berdakwah di jalan Allah?

A:  Ilmu (syar’i) itu adalah ilmu yang dilandasi hafalan dalil-dalil beserta pemahaman maknanya. Tidak cukup menghafal dalil-dalil saja. Tidak cukup bagi seseorang (yang hendak berdakwah di jalan Allah)sekedar hafal nash-nash Al Qur’an dan hadits-hadits, bahkan dia harus mengerti makna-maknanya yang shahih. Adapun sekedar menghafal dalil-dalil tersebut tanpa mengerti makna-maknanya, maka ini tidak melahirkan seorang dai yang tangguh dalam berdakwah di jalan Allah.

Adapun jika yang dipelajari di madrasah-madrasah adalah hafalan dalil-dalil (Al Qur’an dan As Sunnah) disertai dengan pemahaman makna-maknanya, maka ini cukup (sebagai modal berdakwah).

Adapun jika itu hanya hafalan dalil-dalil tanpa disertai dengan pemahaman makna-maknanya, maka ini tidak menjadikan seseorang mahir di dalam berdakwah. Namun mungkin baginya untuk mengajari umat manusia untuk menghafal dalil yang telah dia hafal, mentalqin mereka lafazh-lafazh dalil tersebut tanpa menjelaskan makna-maknanya, atau membacakan dalil-dalil tersebut kepada mereka dan menyimak hafalan mereka dari dalil-dalil tersebut.

Postingan Edisi Pemilu

0 | cookies
Jadi hari ini nyoblos ya..? 
Jujur, dari dulu sampai sekarang (kayak udh lama aja :p) saya termasuk pribadi yang gak pernah antusias sama pemilu dan hal-hal semacamnya. mikirnya masih cetek aja sih, toh siapapun yang menang.. saya tetaplah menjadi saya. kondisi hidup saya tetap sesuai dengan apa yang saya perjuangkan dan tetap sesuai kehendak Allah, bukan karena siapa-pemimpin-negeri ini atau bukan karena siapa-yang-saya-coblos.

Tapi so far.. karena banyak baca ini itu, denger desas desus ini dan itu juga jadi mulai merubah pola pikir. Hmmm serem juga kalau salah pilih pemimpin.. nanti urusan agama negeri ini juga bisa jadi kacau, misalnya kalau salah pilih bisa aja ada anggota-anggota syiah yang malah jadi pemimpin negeri ini. gawat dong. atau misalnya.. kalau negeri yang katanya mayoritas islam ini dipimpin dengan yang non-is? gimana perihal haram-halal produk, obat-obatan, makanan dan lain-lainnya? apa akan dijaga dan diperhatikan dengan baik? 

Dear Hijabers

1 | cookies
Kita belum pernah menemukan orang yang menisbahkan dirinya sebagai sholaters, shoumers atau zakaters namun sering kita jumpai sekelompok orang yang menamakan dirinya hijabers atau jilbabers, padahal semuanya yang ada akhiran kata ers nya adalah perintah Allah Ta’ala yang muhkamat, jelas tertera dalam Al-Qur’an dengan kalimat yang mudah dipahami.

Meski banyak mereka yang terfitnah dengan bid’ah melakukan sholat, shoum dan zakat atau ibadah lainnya dengan tambahan modifikasi yang dilarang dalam syari’at, namun belum ada dari mereka yang membentuk komunitas tertentu dari ibadah tersebut. Namun masalah hijab dan jilbab, muncullah komunitas yang mengklaim bahwa diri mereka adalah hijabers yang kalau diartikan secara sederhana adalah orang-orang yang berhijab. Meski dalam kenyataannya cara mereka berhijab sangat jauh dari syar’i, dan diantara para hijabers ini juga sangat doyan sekali untuk bergaya di depan kamera dengan mengumbar senyumnya yang aduhai, entah untuk siapa senyum itu ditujukan, namun jelas banyak yang terfitnah oleh gaya-gaya mereka ini.

Para hijabers ini selalu berusaha tampil beda dengan hijabers yang lainnya, dengan model hijab-nya yang di variasi bermacam-macam gaya dan warna, seakan mereka itu kreatif, mampu tampil modis dan gaya meski memakai hijab. Salah satu syubhat yang sering mereka katakan adalah “Memakai hijab tidak menghalangi anda untuk tampil modis dan cantik di hadapan orang lain”. Siapakah orang lain yang dimaksud ini? Mahrom mereka atau bukan? Untuk siapa mereka tampil cantik itu?

Allah Adil Kok

0 | cookies
Seringkali para perempuan pada umumnya seringkali membandingkan dirinya dengan laki-laki dalam urusan beragama. Misalnya:

Kenapa perempuan diciptakan lebih banyak dan kenapa perempuan juga yg jadi mayoritas neraka?

Kenapa perempuan dibedakan sama laki-laki?
Kenapa perempuan haid sehingga gak bisa ibadah, gak bisa sholat, gak bisa puasa ramadhan dengan full seperti laki-laki? Dan lain sebagainya.


Subhanallah..

Jujur dulu saya juga pernah berpikiran sempit seperti itu.
Kenapa ya kayaknya Allah gak adil sama perempuan?

Kenapa aurat perempuan adalah seluruh tubuh tapi laki-laki enggak? Kenapa laki-laki diwajibkan berjamaah dimesjid yang catatan pahala nya jauh lebih banyak sedangkan perempuan dianjurkan lebih baik dirumah aja?

Apa wanita gak boleh mendulang pahala sebanyak-banyaknya? Kenapa perempuan gak boleh jadi pemimpin bagi suatu kaum atau golongan yang terdapat laki-laki didalamnya? Kenapa selalu laki-laki yang dinomersatukan? Kenapa ini… Kenapa itu…?


Padahal kalau kita mau sedikit aja mencari tau tentang kasih sayang Allah, Insya Allah pasti kita bisa menemukan alasan kenapa Allah menciptakan perempuan seperti ini dan mengapa laki-laki sedemikian rupa.
  •     Kenapa perempuan diciptakan lebih banyak dari laki-laki?
    Karena perempuan adalah salah satu dari perhiasan dunia, karena perempuan adalah penyejuk mata dan hati bagi kaum lelaki, dan kita jugalah yang merupakan ujian dan bisa menjadi bahan fitnahan yang dahsyat bagi para lelaki. Makanya Allah menyuruh kita untuk menutup aurat, menjaga pandangan, dan berada dirumah saja jika tak ada keperluan yang mendesak. Karna kita adalah keindahan yang juga merupakan bahan fitnahan bagi dunia.
Dan dijadikan indah pada (pandangan) manusia, kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita, anak-anak, dan harta yang banyak (QS. Al Imran:14)

Tutorial Remove Navbar

0 | cookies
  • Login Blogger → TemplateEdit HTML 
  • Cari (CTRL+F) kode  /* Variable definitions
  • Copy kode dibawah ini dan kemudian Paste diatas kode  /* Variable definitions
#navbar-iframe {
display: none !important;
}
  • Save Template

Tentang Soundcloud & Dakwah

0 | cookies

Beberapa minggu terakhir sempat membuka account beberapa teman yang mengunggah suara emasnya melalui https://soundcloud.com/. Setelah saya pikir-pikir, benar suara mereka sangat indah dan sangat nyaman didengar. Dari teknik vokal, artikulasi, intonasi, ketepatan nada, teman-teman saya ini memiliki suara khas dan layak untuk menjadi seornag penyanyi. Lalu setelah membuka beberapa akun, saya mencari adakah akun yang isi soundcloudnya berupa rekaman dakwah? Sejauh ini, saya belum menemukan akun yang isinya dakwah semua. Subhanallah. Maha Suci Allah dari segala aktivitas yang tidak berlandaskan perintah-Nya. Gara-gara hal ini saya berspekulasi dan menerka-nerka mungkin rekaman dakwah terlalu besar memorinya atau apa ya hal yang menyebabkan dakwah tidak direkam?

Wasiat Rasulullah

3 | cookies
Abu Dzar Alghifari RA mengatakan : `Wahai Rasulullah, berwasiatlah kepadaku!`

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam menjawab : `Aku wasiatkan bertaqwalah kepada Allah, karena taqwa itu adalah sumber kebaikanmu.`

Abu Dzar : `Wahai Rasulullah, tambahkanlah.`

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam : `Hendaklah engkau membaca Alquran dan berdzikir kepada Allah, sesungguhnya ia adalah cahaya bagimu di langit dan di bumi.`

Abu Dzar : `Wahai Rasulullah, tambahkanlah.`

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam : `Jangan engkau perbanyak tertawa, sesungguhnya banyak tertawa itu dapat mematikan hati, dan memudarkan cahaya wajah.`
Copyright © 2016. Designed by Ismi Islamia Fathurrahmi