Chocomous: 03/01/2014 - 04/01/2014

Allah Adil Kok

0 | cookies
Seringkali para perempuan pada umumnya seringkali membandingkan dirinya dengan laki-laki dalam urusan beragama. Misalnya:

Kenapa perempuan diciptakan lebih banyak dan kenapa perempuan juga yg jadi mayoritas neraka?

Kenapa perempuan dibedakan sama laki-laki?
Kenapa perempuan haid sehingga gak bisa ibadah, gak bisa sholat, gak bisa puasa ramadhan dengan full seperti laki-laki? Dan lain sebagainya.


Subhanallah..

Jujur dulu saya juga pernah berpikiran sempit seperti itu.
Kenapa ya kayaknya Allah gak adil sama perempuan?

Kenapa aurat perempuan adalah seluruh tubuh tapi laki-laki enggak? Kenapa laki-laki diwajibkan berjamaah dimesjid yang catatan pahala nya jauh lebih banyak sedangkan perempuan dianjurkan lebih baik dirumah aja?

Apa wanita gak boleh mendulang pahala sebanyak-banyaknya? Kenapa perempuan gak boleh jadi pemimpin bagi suatu kaum atau golongan yang terdapat laki-laki didalamnya? Kenapa selalu laki-laki yang dinomersatukan? Kenapa ini… Kenapa itu…?


Padahal kalau kita mau sedikit aja mencari tau tentang kasih sayang Allah, Insya Allah pasti kita bisa menemukan alasan kenapa Allah menciptakan perempuan seperti ini dan mengapa laki-laki sedemikian rupa.
  •     Kenapa perempuan diciptakan lebih banyak dari laki-laki?
    Karena perempuan adalah salah satu dari perhiasan dunia, karena perempuan adalah penyejuk mata dan hati bagi kaum lelaki, dan kita jugalah yang merupakan ujian dan bisa menjadi bahan fitnahan yang dahsyat bagi para lelaki. Makanya Allah menyuruh kita untuk menutup aurat, menjaga pandangan, dan berada dirumah saja jika tak ada keperluan yang mendesak. Karna kita adalah keindahan yang juga merupakan bahan fitnahan bagi dunia.
Dan dijadikan indah pada (pandangan) manusia, kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita, anak-anak, dan harta yang banyak (QS. Al Imran:14)

Tutorial Remove Navbar

0 | cookies
  • Login Blogger → TemplateEdit HTML 
  • Cari (CTRL+F) kode  /* Variable definitions
  • Copy kode dibawah ini dan kemudian Paste diatas kode  /* Variable definitions
#navbar-iframe {
display: none !important;
}
  • Save Template

Tentang Soundcloud & Dakwah

0 | cookies

Beberapa minggu terakhir sempat membuka account beberapa teman yang mengunggah suara emasnya melalui https://soundcloud.com/. Setelah saya pikir-pikir, benar suara mereka sangat indah dan sangat nyaman didengar. Dari teknik vokal, artikulasi, intonasi, ketepatan nada, teman-teman saya ini memiliki suara khas dan layak untuk menjadi seornag penyanyi. Lalu setelah membuka beberapa akun, saya mencari adakah akun yang isi soundcloudnya berupa rekaman dakwah? Sejauh ini, saya belum menemukan akun yang isinya dakwah semua. Subhanallah. Maha Suci Allah dari segala aktivitas yang tidak berlandaskan perintah-Nya. Gara-gara hal ini saya berspekulasi dan menerka-nerka mungkin rekaman dakwah terlalu besar memorinya atau apa ya hal yang menyebabkan dakwah tidak direkam?

Wasiat Rasulullah

3 | cookies
Abu Dzar Alghifari RA mengatakan : `Wahai Rasulullah, berwasiatlah kepadaku!`

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam menjawab : `Aku wasiatkan bertaqwalah kepada Allah, karena taqwa itu adalah sumber kebaikanmu.`

Abu Dzar : `Wahai Rasulullah, tambahkanlah.`

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam : `Hendaklah engkau membaca Alquran dan berdzikir kepada Allah, sesungguhnya ia adalah cahaya bagimu di langit dan di bumi.`

Abu Dzar : `Wahai Rasulullah, tambahkanlah.`

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam : `Jangan engkau perbanyak tertawa, sesungguhnya banyak tertawa itu dapat mematikan hati, dan memudarkan cahaya wajah.`

Self Value

0 | cookies
Kita dapat mengukur value diri kita sendiri, dengan memperhatikan bagaimana respons kita ketika melihat orang lain.

Jika kita kagum melihat orang lain krn kekayaannya, usahanya yg berhasil, gaji yg besar, mungkin ’value’ diri kita hanya diukur sebatas harta.

Jika kita kagum melihat orang lain krn penampilannya menarik, banyak yg mengenal dan yg mengagumi, mungkin ’value’diri kita hanya diukur sebatas penampilan fisik.

Islamic Q & A : Jodoh

0 | cookies
Q1
Q : “Afwan kak, bolehkah kita berdoa meminta hal yang spesifik sama Allah? contohnya masalah jodoh, bolehkah kita meminta seseorang pada Allah? misalnya sering berdoa: ‘ya Allah tolong jodohkan hamba dengan si fulan’, padahal kita tau ya umur, rezeki dan jodoh sudah ditentukan Allah sejak ditiupkannya ruh kita sejak dalam kandungan. apa boleh berdoa seperti itu? apa tidak terkesan memaksa Allah?”

A : “Tentu saja boleh, kita boleh meminta apa saja pada Allah dan Allah pasti akan mengabulkan segala permintaan kita selama tidak mengandung maksiat, dosa, atau memutus silaturahim. justru Allah suka kalau kita meminta padaNya, kita berdoa memohon sesuatu sama Allah sama artinya pembuktian jika kita butuh Allah. Allah justru senang saat diminta sesuatu sama hambaNya, bahkan Allah merasa malu saat ada hambaNya yang menadahkan tangan memohon padaNya tapi Allah ga memeberinya apa-apa. begitu juga perihal jodoh, minta lah sama Allah, adukan semua keinginan kita sama Allah, minta jodoh soleh, rajin sholat, dsb. atau kalau kita punya orang yang kita taksir gpp kita minta disatukan dengan orang itu, tapi jangan lupa kalau Allah selalu memberi yang TERBAIK untuk hambaNya, apalagi hambaNya yang solehah. Dan ingat juga apa yang terbaik bagi Allah belum tentu sesuai dengan keinginan kita ya. Tetap husnuzan tetap berdoa mungkin aja yang kita doakan itu memang benar adalah jodoh yang sudah disiapkan buat kita. Tapi doa-doa dan curhatan kita ke Allah udah jadi usaha tersendiri buat kita dan Allah ga akan membuat usaha hambaNya menjadi suatu kesia-siaan kok, Allah ar-rahman ar-rahim.”

Miss Him

0 | cookies
Saya mengenal seorang pria yang kehilangan orang tuanya, tetapi menolak disebut anak yatim. Dia adalah seorang pria yang cukup untuk mencintai seorang wanita yang kuat dan usianya jauh lebih tua darinya, bekerja untuknya dan membuatnya lebih kuat, membuka hatinya kepadanya, berbagi rasa takutnya tidak kepada siapa pun kecuali dirinya. Dia romantis dan setia padanya sampai nafas terakhirnya.

Dia menjahit pakaiannya sendiri. Dia tampan, berani dan tak kenal takut. Dia tidak pernah menilai siapa pun dari masa lalu atau penampilan mereka. Dia moderat, berpikiran terbuka dan toleran. Tetangganya adalah seorang Yahudi dan sepupu-iparnya adalah seorang pendeta Kristen.

Dipukuli dan diasingkan ketika ia tak berdaya, ia menaruh belas kasihan ketika ia menjadi lebih kuat. Dia cerdas, bijaksana dan pekerja keras. Dia membangun sebuah bangsa yang kuat tanpa apapun dalam 20 tahun terakhir hidupnya. Dia tidak punya orang tua, tetapi mencintai putri dan cucu-cucunya. Wasiat terakhir-Nya “Baik-baiklah kepada wanita”. Orang ini adalah rahmat bagi seluruh umat manusia…

Masuk Surga Karena Rahmat Allah

0 | cookies
"Masuk surga itu bukan sekedar karena amalan-amalan kita, melainkan karena rahmat Allah."
Alhamdulillaah, kemarin nasehat itu kembali mampir di telinga saya. Iya, alhamdulillaah, sebab masih ada saudara yang bersedia ngingetin, bahkan tanpa saya minta terlebih dulu. Emang sih ya, nasehat itu rasanya seperti berendam dalam air garam. Ia memang akan terasa perih ketika ada bagian tubuh yang terluka, tapi manjur mengembalikan kesegaran pada tubuh yang sedang tidak fit.
      “Cita-citaku masuk surga.”
Ini sih katanya jawaban sejuta umat. Maksudnya, sebagian besar manusia mendeskripsikan cita-cita jangka panjangnya adalah: Masuk surga. Nah, tentang surga ini, saya pernah disentil oleh sebuah kisah. Kisah tentang seorang ahli ibadah yang hidup selama 500 tahun dan selama ia hidup kerjanya cuma beribadah. *sempet kaget sih, lama banget dia hidup, baru inget kalo salah satu keutamaan orang jaman dulu adalah panjang umur*

Lanjut ya soal si ahli ibadah itu. Ia hidup di puncak gunung yang subur. Di sekitar gunung itu tumbuh tanaman delima yang buahnya ranum, juga dikelilingi laut yang airnya jernih. Intinya, si ahli ibadah itu hidupnya adem ayem tentrem. Krismon? Ga pernah ada dalam kamus hidup dia. Nah, sampai suatu ketika, tibalah waktu ajalnya dan ia memohon untuk dimatikan dalam posisi bersujud, dijaga jasadnya agar tidak membusuk, serta memohon agar saat dibangkitkan nanti, iapun dalam kondisi bersujud. Sampai tiba hari dibangkitkan, meskipun belum kejadian -tapi pengetahuan Allah meliputi segala hal kan- Allah berfirman pada hambanya tersebut, "Masukkanlah ia ke dalam surga karena rahmat-Ku."

Tapi si ahli ibadah itu membantah, “Ya Allah, masukkanlah aku ke surga karena amalanku.”

Jika Nabi Muhammad Datang Ke Rumahmu

0 | cookies
Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu
untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu
tanpa kabar apa-apa sebelumnya
Apakah yang akan kau lakukan untuknya?

Akankah kau sembunyikan buku duniamu,
lalu kau keluarkan dengan cepat kitab hadist di rak buku?
Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalahmu,
dan kau hiasi mejamu dengan Al-Qur'an yang sudah berdebu?
Akankah kau masih melihat sinetron atau film X di TV?
atau dengan cepat kau matikan sebelum dilihat Nabi?

Bumi Aja Terhijab, Lalu Bagaimana Denganmu?

1 | cookies
Banyak sekali wanita meyakini bahwasanya hijab itu tidak wajib, padahal kalau kita mau merenungkan, semua alam ini berhijab loh. Buktinya?

Bulatan bumi terhijab/ tertutupi oleh ozon. Buah segar tertutupi oleh kulitnya. Pedang tertutupi oleh sarungnya.

Pena tanpa penutup maka tintanya akan kering dan akan dibuang di bawah kaki karena tanpa tutup.

Tidakkah kita melihat anak-anak perempuan menutupi buku mereka dengan sampul tidak lain karena untuk menjaganya?

Apel kalau dikupas kulitnya kemudian dibiarkan begitu saja tentu akan rusak demikian juga pisang kalau sudah dikupas kemudian dibiarkan akan berubah menjadi hitam.

Wanita adalah bunga yang indah, setiap orang berkehendak memetiknya, maka kita harus menjaganya dengan hijab.

Maha Suci Allah yang telah menjadikan segala sesuatu berhijab.

So let's back to the title, lalu bagaimana denganmu? sudah terhijabkah? :)

Wallahu a'lam.

Menautkan Rindu Antara Rasulullah dan Umatnya melalui Wudhu’

0 | cookies
Wudhu itu menautkan rindu antara Muhammad dengan umatnya..
…..
Tidak percaya?
Simak hadits riwayat Imam Muslim berikut!

“Aku sangat ingin bisa melihat saudaraku”, kata Rasul.

“Bukankah kami ini saudaramu ya Rasul?,tanya sahabat.

“Kalian adalah sahabatku, sedangkan saudaraku adalah mereka yang beriman kepadaku tetapi belum pernah melihatku.”

Para sahabat bertanya lagi, “Bagaimana kelak engkau bisa mengenali bahwa mereka yang akan datang belakangan itu adalah umat engkau?”

Rasul menjawab,“Bagaimana menurutmu jika seseorang memiliki kuda yang dahinya putih bercahaya dan berada di tengah-tengah kuda lain yang semuanya hitam pekat, tidakkah ia tahu yang mana kudanya?”
Copyright © 2016. Designed by Ismi Islamia Fathurrahmi