Chocomous: 05/01/2014 - 06/01/2014

A Reminder

1 | cookies
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :


“Sungguh sebuah perkara yang amat mengherankan tatkala kamu telah mengenal-Nya lantas kamu justru tidak mencintai-Nya. Kamu mendengar da’i yang menyeru kepada-Nya namun kamu justru berlambat-lambat dalam memenuhi seruan-Nya.

Kamu menyadari betapa besar keuntungan yang akan dicapai dengan bermuamalah dengan-Nya namun kamu justru memilih bermuamalah dengan selain-Nya. Kamu mengerti betapa berat resiko kemurkaan-Nya namun kamu justru nekat membangkang kepada-Nya. Kamu bisa merasakan betapa pedih kegalauan yang muncul dengan bermaksiat kepada-Nya namun kamu justru tidak mau mencari ketentraman dengan cara taat kepada-Nya.

Kamu bisa merasakan betapa sempitnya hati tatkala sibuk dengan ucapan selain-Nya dan meninggalkan pembicaraan tentang-Nya. Akan tetapi kamu tidak mencari kelapangan hati dengan berdzikir dan bermunajat kepada-Nya. Kamu bisa merasakan betapa tersiksanya hatimu tatkala bergantung kepada selain-Nya namun kamu tidak meninggalkannya menuju kenikmatan pengabdian serta kembali bertaubat kepada-Nya.

Hakikat Cinta

1 | cookies
"Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. Membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri." [Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah]
Kecintaan kita pada sesuatu (atau seseorang) memang telah menjadi ujian. Bagaimana seorang pemuda yang sedang lengah dimabuk cinta, bagaimana cara orang tua mencintai anak-anaknya, bagaimana seorang suami mencintai istrinya, bagaimana seorang saudagar mencintai harta perniagaannya. Bukankah semuanya berpotensi membuat manusia lupa diri?

Sebab Ibnu Qayyim telah menasehatkan kita bahwa, "Cinta tidak lain merupakan sebab yang paling kuat untuk mampu bersabar. Kehadirannya membuat manusia tidak lagi menyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Karena sesungguhnya seseorang pasti akan menaaati sesuatu yang dicintainya, dan setiap kali bertambah kekuatan cintanya maka rasa cinta itu akan berpotensi membuatnya lebih taat kepada-Nya."

Skenario Allah

0 | cookies
Dalam hidup ini, banyak hal yang tak terduga datang.

Siapa sangka si kecil Yusuf yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya ternyata menjadi seorang menteri di kerajaan fir’aun?
Siapa sangka seorang Musa yang diusir dari negaranya, kembali dan mengambil kaumnya dan tiba-tiba mampu membelah lautan?
Siapa sangka seorang yatim piatu Muhammad ternyata mampu mengubah peradaban?
Siapa sangka si bocah Al-Fatih mampu menjadi panglima terbaik sepanjang zaman?
Siapa sangka dari mulut si lumpuh Ahmad Yasin ternyata mampu memukul mundur pasukan lawan?


Yakin, Allah punya skenario besar dibalik ujian yang ia berikan, terpuruknya kondisi kita tidak akan menghalangi takdir Allah pada kita.
Ujian adalah tarbiyah dari Allah, ujian adalah bukti cinta dari Allah, dan ujian adalah momen saatnya kita naik.

"Kalaulah kita tau skenario Allah, sungguh, sungguh engkau akan menangis bahagia." (Amr khalid)
Wallahu a'lam. 

Cerminan Diri

0 | cookies
Karena sejatinya, jodoh adalah cerminan dari diri kita sendiri.
Mau dapet jodoh yang nilainya 9 tapi nilai kita masih 7? Mana mungkin.

Mau dapet jodoh yang rajin ke mesjid tapi kita sendiri ‘tidak mendengar’ ketika adzan berkumandang? Malah sibuk dengan gadget, pekerjaan, dan hal cere-cere lainnya. 

Mau dapet jodoh yang rajin ibadah wajib dan sunnah tapi kita masih susah untuk puasa Senin-Kamis, dhuha, dan tahajud? Lupakan.

Atau mau dapet jodoh yang pemahaman agamanya top tapi kita sendiri masih malas untuk mencari dan datang ke kajian-kajian semacamnya? Minimal mendengarkan tausiyah di berbagai media deh.

Well, semua orang pasti mau mendapatkan jodoh yang rajin beribadah, wajib maupun sunnah yang nilainya 9. Bukan di mata kita, bukan juga di mata bos. Tapi bernilai 9 menurut Allah. Meningkatkan kualitas diri jadi kunci utama untuk mendapatkan si angka 9 ini. Kata ustad Yusuf Mansur, jika orientasinya akhirat inshaa Allah yang dunia juga mengikuti. Dan jika orientasinya Allah, inshaa Allah deh si angka 9 juga akan mendatangi. 

Wallahu a'lam.

Wanita, Sandal dan Mahkota

1 | cookies
Seorang pemuda berkata, “Wanita itu seperti sandal jepit, ia akan diganti dan dibuang saat ditemukan sandal lain yang lebih bagus dan pas.” Mendengar hal itu, kakek tua yang duduk di sebelahnya berkata, “Benar, wanita itu memang seperti sandal jepit, itu karena engkau menganggap dirimu sebagai kaki, sebagai ceker! Tapi bagiku, wanita itu seperti Mahkota, yang kuletakkan di atas kepala, kuhormati, kurawat dan kujaga sepenuh hati, takkan pernah kuganti. Itu karena aku menganggap diriku sebagai Raja.”

Sesungguhnya, saat seseorang memperlakukan orang lain dengan buruk, karena memang dasarnya ia menganggap dirinya sendiri juga buruk.
Sesungguhnya, manusia tanpa kaki masih bisa hidup, tapi tanpa kepala ia takkan lagi bernyawa.

Untuk para akhwat yang lagi baca ini, jadikanlah diri kalian seperti mahkota dengan menjaga kehormatan & kesucian dari perbuatan nista. Dan untuk para ikhwan, hormatilah wanita sebagaimana kalian menghormati ibu kalian.

Tanda-Tanda Kiamat Berdasarkan Sabda Rasulullah

0 | cookies
Beberapa tanda-tanda kiamat berdasarkan sabda Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam:


    1. Wanita berpakaian tapi telanjang
“Ada dua tipe manusia di antara penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu kaum yg memiliki pecut seperti seekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang dan mencondongkan kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak dapat mencium baunya” (HR Muslim)
Gambaran hadist ini sudah jelas banget ya kita rasakan, sekarang banyak wanita yang mengaku agama nya islam tapi gak menunjukkan sisi kemuslimahan darinya. Banyak wanita muslimah yang berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat islam, bahkan tidak sedikit yang dengan bangganya memamerkan lekuk tubuh mereka  dengan memakai pakaian trend terkini nan modis dan gaya yang aslinya meniru budaya-budaya barat alias menyerupai orang-orang kafir. Naudzubillahi min dzaalik :(

    2. Berlomba-lomba meninggikan bangunan
Meninggikan bangunan, gedung pertokoan, perkantoran atau tempat tinggal bukan hal yang asing lagi  diantara kita, terutama bagi orang-orang yang tinggal diperkotaan. Seiring bertambahnya penduduk, manusia pun berlomba-lomba mengokohkan dan meninggikan bangunan huni mereka, karena alasan satu dan lain hal. dan gak bisa disangkal juga terkadang seiring bertambah tinggi gedung yang mereka punya bertambah tinggi pula hati yang ada dalam jasad mereka.
“Dan akan kalian saksikan orang-orang yang bertelanjang kaki larut dalam bermegah-megah dunia, berlomba-lomba meninggikan bangunan” (HR muslim)

I'm Nothing Without Allah

0 | cookies
Hari ini barusan aja habis menemukan satu dua dan lain hal yang membuat saya merasa menjadi orang yang paling merugi tapi juga paling beruntung.

Gimana ya.. Susah dijelaskan.
Tapi yang jelas, Masha Allah.. Allah baiiiiiiiik banget, perlahan tapi pasti saya seperti nya bisa membaca skenario yang sudah Allah persiapkan untuk saya. Skenario yang sudah terjadi tentunya. Dan sudah jelas, skenario Allah adalah skenario yang pasti terbaik untuk hamba-hambaNya.

Segala hal yang saya lalui, hadapi, rasakan dan apapun itu yang sudah menghantarkan saya menjadi saya yang sekarang. Saya yang (menurut saya pribadi) menjadi saya yang setidaknya lebih baik dari kemarin.

Allah gak membiarkan saya terus-terusan tenggelam dalam kesalahan saya.
Allah gak membiarkan saya larut dalam hal-hal dunia yang justru merugikan diri saya sendiri.
Allah menjauhkan saya, menghindarkan saya dari segala hal yang nampaknya baik tapi ternyata amat sangat tak baik untuk saya.
Allah gak pernah membiarkan saya tersesat terlalu lama, dalam hal apapun.

Perlahan tapi pasti.. Allah selalu menuntun saya menuju jalanNya.
Allah menuntun saya walau tanpa saya pinta.
Allah memberi petunjuk kepada saya yang walau saya tak pernah menyangka akan membutuhkan dan mendapatkan petunjuk itu.

Ilustrasi Surah Al-Falaq

1 | cookies

Ilustrasi super keren tentang Surah Al Falaq. Buat yang belum pernah nonton, highly recommended :D

Buat yang ngedengerinnya agak kecepetan, boleh kali ya diceritain dikit :)

Pada video keren ini diceritakan, bahwa di surah Al Falaq ini Allah ingin kita berfikir seperti seorang tukang kebun, dimana seorang tukang kebun harus menjaga tanaman-tanamannya agar tetap bertumbuh dengan baik bukan?

Pertama, ada makhuk-makhluk lain yang ingin mengganggu tanaman kita tumbuh dengan baik bahkan ingin memakannya, mereka seperti kambing, wereng, serangga-serang lain, dan sebagainya. Apakah mereka ingin ‘menyerang’ tanaman kita karena mereka jahat? Tidak! Karena fitrah mereka seperti itu..Kambing dan wereng fitrahnya memang makan tanaman. Sebagaimana macan memakan kambing atau rusa, elang memakan ular, dan sebagainya. 

Persis dengan kehidupan kita, ketika kita berusaha meraih sesuatu pasti ada saingannya. Pingin dapet ranking satu, ada saingan siswa yang lain, mau dapetin kuliah sesuai yang diinginkan juga saingan dengan anak-anak SMA yang lain, dapat kerja, nyari proyek, dan sebagainya. Apakah karena mereka  semua jahat? Tentu tidak, karena mereka juga sama berikhtiar pula dengan kita. Termasuk iman kita, ada hal-hal yang mungkin membahayakan iman kita karena seseorang tapi bukan berarti beliau jahat dengan kita.

Taubat Wanita Pezina di Zaman Rasulullah

0 | cookies
Dalam sejarah Islam telah tercatat sebuah kisah pertaubatan menakjubkan yang pernah diketahui oleh manusia. Sebuah kisah tentang taubat seorang  wanita yang berzina di zaman Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam.

Suatu hari ketika Rasulullah bersama para sahabatnya di masjid tiba-tiba datang seorang wanita yang berhijab dengan baik. Semua sahabat mengenalnya sebagai seorang ummahat yang shalihah.

Wanita itu berjalan menuju Rasulullah dg perlahan. Pada hari itu wajahnya dipenuhi ketakutan dan kesedihan yang sangat. Takut, gentar, sedih, malu terpancar jelas dr raut wajahnya. Hingga sampailah ia dihadapan Rasulullah. Ia berdiri dihadapan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam dan ia mengatakan bahwa ia telah berzina.

Dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan (maksiat yang mewajibkan adanya) hukuman had (atasku), maka sucikanlah aku!”

Matanya pun tak kuasa membendung air matanya. Hatinya remuk redam tak mampu membayangkan betapa besar dosa yang telah dilakukannya.

Seperti yang kita ketahui hukuman dosa untuk pezina tidak main-main. Bila ia belum menikah, maka ia akan dicambuk 100x. Namun untuk yang sudah menikah, syariat yang ditetapkan adalah dirajam.

Taqwa

0 | cookies
Umar bin Khattab ra. bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang taqwa.
    
    Ubay bin Ka'ab: Apakah kamu pernah menempuh jalan berduri?
    Umar bin Khattab: Pernah
    Ubay bin Ka’ab: Apa yang kamu lakukan?
    Umar bin Khattab: Aku berusaha keras dan bersungguh-sungguh.
    Ubay bin Ka’ab: Itulah taqwa.

”Itulah taqwa, kepekaan hati nurani, kebeningan perasaan, rasa takut yang terus-menerus, kehati-hatian yang langgeng, dan kewaspadaan terhadap duri-duri jalan.” - Sayyid Qutb

Kambing Hitam

0 | cookies
"Sometimes, people with the worst past have a better future. Because every righteous person has a past and every sinner has a future."
Manusia, konon kabarnya begitu sering meng-kambing hitam-kan masa lalu. Mereka mencoba pergi sejauh-jauh arah darinya, melupakannya dengan segala macam cara, bahkan ada pula yang hendak mengubur sedalam-dalamnya agar tak lagi ingat. Move on, katanya.

Tapi sadarkah kita jika begitu banyak pula kisah masa lalu yang justru menjadi “kambing putih”, dimana sebuah premis negatif ditegakkan bahwa “Mereka yang sekarang tidak lebih baik daripada mereka yang dahulu. Mereka telah berubah.” Bukankah terdengar mengecewakan?

Masa lalu tidaklah selalu nestapa, meskipun masa depan akan selamanya menjadi misteri. Mantan tidak selamanya berkonotasi negatif, seperti halnya kandidat yang juga tidak selalu berarti calon punggawa. Sudah pula jamak diperdengarkan oleh media tentang kisah-kisah para mantan. Mantan pengguna narkoba, mantan narapidana, mantan kekasih(?), mantan preman, mantan jambret, mantan copet, mantan tukang santet. Apalagi yang ketinggalan? Oh iya, mantan Muslim. Ada juga, kan? Ada.
    "Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan sebagai muslim.” [QS. Ali Imran: 102]
Copyright © 2016. Designed by Ismi Islamia Fathurrahmi