Chocomous: 04/01/2014 - 05/01/2014

Sahabat Yang Menjadi Syafa'at

0 | cookies
Imam Syafi’i berkata, "Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali."
Diriwayatkan bahwa, apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat2 mereka yg selalu bersama mereka dahulu di dunia bertanya tentang Sahabat mereka kepada Allah, "Yaa Rabb…Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami,  puasa bersama kami dan berjuang bersama kami?"

Maka Allah berfirman, "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab “Az-Zuhd”)

Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Perbanyaklah Sahabat2 mukminmu, karena mereka memiliki Syafa’at pd hari kiamat.”

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat2nya sambil menangis, "Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku, "Wahai Rabb Kami…Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu."."

Wallahu 'alam.

Hellooo Laptop!

0 | cookies
Alhamdulillah, finally bisa blogging lagi pake laptop sendiri. 
Jadi ceritanya, 2 minggu kemarin laptop saya  jatuh dari tempat tidur dan menyebabkan casing LCDnya terbuka dan ketika ditutup casenya gak pas dan menyebabkan bunyi yg bikin takut sendiri -.-'' Pertama yang ada dibenak saya sih, takut banget ketauan ayah kalo ini laptop jadi cacat gini. ehh gak taunya..beberapa hari kemudian ayah tau juga dengan sendirinya. ckck. Awalnya ya..pasti dimarahin. Tapi akhirnya disuruh dibawa ke tempat service. Sempet kaget pas ini laptop dinyalain disana, layarnya gak nyala dan cuma lampu indikatornya aja yang nyala. shockkk!!! padahal keadaan laptop sebelum dari hari itu oke-oke aja. ffuhhh!! Katanya si teknisi sih mungkin LCDnya retak. Perkiraan biaya perbaikannya sih 800rb, ehmm. Mahal juga ya. But at the end nih, pas tadi ngambil laptop mereka bilang LCDnya gak retak tapi ada yg hrs diperbaiki di bagian motherboardnya. Dan biaya perbaikannya jadi 600rb (kurang 200rb Alhamdulillah deh)

Kangennya sama laptop ini ngelebihin kangennya saya sama temen saya, wkwk. Tadi rela-relain gak kuliah gegara cuma mau ngambil laptop doang. Kalo diambilnya sehabis ngampus sih mungkin gak bakalan sempet, soalnya pulang sore dan tempat service nya udah keburu tutup. 
Jadi sekarang lagi mau kangen-kangenan dulu nih sama laptop. haha

Karena Cinta

1 | cookies
Karena cinta, Abu Bakar rela diam menahan sakit disengat serangga agar Rasulullaah tak bangun Dari tidurnya.

Karena cinta pula, Bilal rela ditimpa batu di bawah panas matahari demi 1 yang dicintainya : Ahad, Ahad, Ahad,

Pun karena cinta, Ali rela memendam rasa pada Fatimah dan mempersilahkan Abu Bakar meminangnya.

Lalu karena cinta, Rabiyatul Adawiyah rela menggadai dunia dan hanya mengabdikan cintanya demi melihat wajah Rabb-nya.

Maka, selayaknya kita hijrahkan cinta dari kata sifat ke kata kerja. Agar karena cinta, kita hanya ingin terus memberi. Bahkan ketika kita tak mampu memiliki.

Nikah?

3 | cookies
Jam di laptop udah nunjukkin pukul 8:20 PM. Gak tau kenapa suddenly pengen nyampah soal beginian, haha.

As we know, Islam itu perfect. Ngatur dari bangun tidur sampai tidur lagi. Termasuk soal pergaulan. Makanya di dalam Islam itu muncul deh larangan mendekati zina (pacaran), khalwat (berdua-duaan dengan orang yang bukan mahram), ikhtilat (bercampur-baur laki-laki dan perempuan tidak untuk sesuatu yang dibenarkan syara’), dsb. Dan karena itu juga di dalam Islam ada tuh yang namanya taaruf,khitbah dan nikah.

Saya juga gak tau sejak kapan pembahasan orang-orang di sekitar saya jadi berubah tentang nikah-nikah. Gak di dunia nyata, di dunia maya juga gak kalah rame. Bahkan lebih rame. Sampe akhirnya keliatan dah semua isi hati orang-orang. Saya ngerasa mendadak punya indera keenam haha :p 

Oke nih balik ke celotehan saya soal nikah. Mungkin masih banyak yang berpandangan sama dengan saya sekarang soal nikah. Bayangannya adalah bahagia every time. Flowering every day. Kepikiran kek gini soalnya mungkin karna dulunya suka noontonin drama Korea kali yahh *eh
Kalo emang masih seperti itu bayangannya, itu tandanya masih belum siap 100% buat nikah. Makanya ini juga yang bikin saya gak begitu suka ngebahas nikah kalo yang dibahas hanya masalah yang sweet nya aja. Karena nikah itu gak seperti pacaran. Meskipun gak menutup kemungkinan yang udah nikah juga bisa menciptakan suasana seperti indahnya pacaran. Cuma, kalo buat saya, menikah itu adalah sebuah proses seumur hidup. Sama seperti dakwah. Butuh ilmu yang cukup sebagai bekal dan sebuah azzam (tekad) yang kuat untuk selalu belajar agar bisa menjejaki setiap langkah dan jalan yang akan dilalui nantinya. Nah, kalo ternyata mikirnya masih tentang aku dan kamu, apa bedanya sama pacarannya anak ABG? Apalagi kalo yang mikir gitu ternyata aktivis dakwah? Meskipun emang nikah itu perkara individu. Tapi, ketika menikah kewajiban dakwah dan dakwah jamaah tetap gak akan lepas dari pundak selagi Khilafah belum tegak. Jadi, kalo mau nikah ya mikir juga ntar kalo menghadapi masalah gimana, dakwahnya mau dibuat seperti apa, infaq di jalan dakwah bakal diatur seperti apa, mendidik anak bakal seperti apa, dsb.

Cinta Ditolak, Akun FB Di-Hack

0 | cookies
Well yaa..ini berlebihan banget. Judul di atas asli. Meskipun kelihatannya lebay bin alay. 
Trus, gimana ceritanya?

Dulu, Cinta Ditolak Dukun Bertindak. Kalo di jaman sosmed kayak gini ya seperti judul di atas. Haha, saya juga gak habis pikir. Padahal cerita itu udah lama. Ternyata dendamnya masih belum padam. Ceritanya, beberapa waktu lalu teman FB saya sempat kena hack sama seseorang yang ternyata dulu adalah teman sekolahnya waktu SMA. Motifnya dendam masa lalu. Haha, udah kayak beritain Buser aja :D Jadi si cowok dendam karena cintanya ditolak sama temen FB saya itu. Ya jelas aja, orang mbaknya udah paham Islam. Lagipula emang dianya juga gak ngaca. Cowok baik-baik gak bakalan ada yang sudi ngajak cewek yang dia suka untuk nyicipin maksiat. Atau mungkin dia gak punya cermin kali ya buat ngaca? Ckckck… Hari gini?

Kalo saya boleh komen nih ya, peristiwa kayak gitu gak ujuk-ujuk ada. Semua emang karena ada sebuah sistem yang membuat kondisi jadi kacau-balau seperti hari ini. Atas nama cinta semua jadi legal. Termasuk ngobrak-ngabrik akun orang. Dan emang sih sekarang ini jaman dimana kebebasan menjadi sesembahan. Dipayungi oleh sebuah sistem bernama Demokrasi makin menjadilah kelakuan orang-orang hari ini. Mirisnya, mereka adalah Muslim.

Bekal Untuk Berdakwah

0 | cookies
Q:  Maklum bahwa berdakwah kepada Allah membutuhkan bekal ilmu syar’i. Apakah ilmu yang dimaksud adalah menghafal Al Qur’an dan As Sunnah? Dan apakah cukup dengan berbekal ilmu yang dipelajari di sekolah-sekolah dan universitas-universitas untuk berdakwah di jalan Allah?

A:  Ilmu (syar’i) itu adalah ilmu yang dilandasi hafalan dalil-dalil beserta pemahaman maknanya. Tidak cukup menghafal dalil-dalil saja. Tidak cukup bagi seseorang (yang hendak berdakwah di jalan Allah)sekedar hafal nash-nash Al Qur’an dan hadits-hadits, bahkan dia harus mengerti makna-maknanya yang shahih. Adapun sekedar menghafal dalil-dalil tersebut tanpa mengerti makna-maknanya, maka ini tidak melahirkan seorang dai yang tangguh dalam berdakwah di jalan Allah.

Adapun jika yang dipelajari di madrasah-madrasah adalah hafalan dalil-dalil (Al Qur’an dan As Sunnah) disertai dengan pemahaman makna-maknanya, maka ini cukup (sebagai modal berdakwah).

Adapun jika itu hanya hafalan dalil-dalil tanpa disertai dengan pemahaman makna-maknanya, maka ini tidak menjadikan seseorang mahir di dalam berdakwah. Namun mungkin baginya untuk mengajari umat manusia untuk menghafal dalil yang telah dia hafal, mentalqin mereka lafazh-lafazh dalil tersebut tanpa menjelaskan makna-maknanya, atau membacakan dalil-dalil tersebut kepada mereka dan menyimak hafalan mereka dari dalil-dalil tersebut.

Postingan Edisi Pemilu

0 | cookies
Jadi hari ini nyoblos ya..? 
Jujur, dari dulu sampai sekarang (kayak udh lama aja :p) saya termasuk pribadi yang gak pernah antusias sama pemilu dan hal-hal semacamnya. mikirnya masih cetek aja sih, toh siapapun yang menang.. saya tetaplah menjadi saya. kondisi hidup saya tetap sesuai dengan apa yang saya perjuangkan dan tetap sesuai kehendak Allah, bukan karena siapa-pemimpin-negeri ini atau bukan karena siapa-yang-saya-coblos.

Tapi so far.. karena banyak baca ini itu, denger desas desus ini dan itu juga jadi mulai merubah pola pikir. Hmmm serem juga kalau salah pilih pemimpin.. nanti urusan agama negeri ini juga bisa jadi kacau, misalnya kalau salah pilih bisa aja ada anggota-anggota syiah yang malah jadi pemimpin negeri ini. gawat dong. atau misalnya.. kalau negeri yang katanya mayoritas islam ini dipimpin dengan yang non-is? gimana perihal haram-halal produk, obat-obatan, makanan dan lain-lainnya? apa akan dijaga dan diperhatikan dengan baik? 

Dear Hijabers

1 | cookies
Kita belum pernah menemukan orang yang menisbahkan dirinya sebagai sholaters, shoumers atau zakaters namun sering kita jumpai sekelompok orang yang menamakan dirinya hijabers atau jilbabers, padahal semuanya yang ada akhiran kata ers nya adalah perintah Allah Ta’ala yang muhkamat, jelas tertera dalam Al-Qur’an dengan kalimat yang mudah dipahami.

Meski banyak mereka yang terfitnah dengan bid’ah melakukan sholat, shoum dan zakat atau ibadah lainnya dengan tambahan modifikasi yang dilarang dalam syari’at, namun belum ada dari mereka yang membentuk komunitas tertentu dari ibadah tersebut. Namun masalah hijab dan jilbab, muncullah komunitas yang mengklaim bahwa diri mereka adalah hijabers yang kalau diartikan secara sederhana adalah orang-orang yang berhijab. Meski dalam kenyataannya cara mereka berhijab sangat jauh dari syar’i, dan diantara para hijabers ini juga sangat doyan sekali untuk bergaya di depan kamera dengan mengumbar senyumnya yang aduhai, entah untuk siapa senyum itu ditujukan, namun jelas banyak yang terfitnah oleh gaya-gaya mereka ini.

Para hijabers ini selalu berusaha tampil beda dengan hijabers yang lainnya, dengan model hijab-nya yang di variasi bermacam-macam gaya dan warna, seakan mereka itu kreatif, mampu tampil modis dan gaya meski memakai hijab. Salah satu syubhat yang sering mereka katakan adalah “Memakai hijab tidak menghalangi anda untuk tampil modis dan cantik di hadapan orang lain”. Siapakah orang lain yang dimaksud ini? Mahrom mereka atau bukan? Untuk siapa mereka tampil cantik itu?
Copyright © 2016. Designed by Ismi Islamia Fathurrahmi