Chocomous: 02/01/2014 - 03/01/2014

Rasulullah

0 | cookies
Pernahkah kau merasa kehilangan seseorang, sedang kau belum pernah bertemu sebelumnya? Karena hanya namanya saja yang kau kenal.

Aku pernah. Belum pernah bertemu dengannya, belum pernah berinteraksi dengannya, belum melihat wajahnya, tapi merasa kehilangan yang sangat ketika membaca kisahnya.

--------------------------------------------------------------------------------------

Lagi-lagi peristiwa wafatnya rasul, selalu menahan kubikan airmata. Menyadarkan kita bahwa iman dan ibadah harus terus menyala, meski pembawa cahaya itu telah tiada. Apakah kalian tau apa yang terjadi pada saat wafatnya rasul dengan 2 sahabat yang mencintainya?

Mendengar kabar bahwa rasul telah meninggal, Abu Bakar mengucapkan hamdalah dan “innalillahi wa inna ilahi rajiun”, sementara air matanya mengalir begitu deras. Dengan hati tabah, diayunkan langkah dengan tegap menuju rumah Rasulullah. Diperjalanan, ia melihat malapetaka besar..kaum muslimin telah lupa daratan dan kehilangan kesadaran!

Bahkan Umar bin Khattab, seorang sosok yang terkenal tangguh, berdiri di hadapan khalayak ramai dengan menghunus pedangnya, sambil menyerukan: "beberapa oknum dari golongan munafik mengatakan bahwa Rasulullah saw telah wafat, padahal demi Allah ia tidaklah wafat, ia hanya pergi menuju Khaliqnya sebagaimana dilakukan oleh Musa bin ‘Imran. Demi Allah Rasulullah pasti kembali dan akan datang memotong tangan orang yang mengatakannya wafat. Ingatlah, siapa yang berani mengatakan Rasulullah saw wafat, akan saya penggal batang lehernya dengan pedang ini!"

Hanging on by a Thread

0 | cookies
I can feel it,
I’m holding on by a thread. 

I don’t know how much longer I can handle it,
not sure how much more I can endure.

It’s all the pain and suffering,
building and bubbling up inside.

Just waiting for something on the outside,
to set me off.

Then the last thin thread,
will break into two.

Releasing all the pent up emotions,
only to eventually start anew.

Sick x Sins

0 | cookies
Udah lamaa gak sakit jadi sekali sakit lama sembuhnya. Sakit kok masih bisa posting? Ada ODOJ, ada juga doong ODOP. (ngerti kan? yahh kalo gk ngerti, lupakan ajalahh :p) Alhamdulillah, masih diberi Sang Pencipta ujian. Dengan sakit ini, Dia ingin meruntuhkan dosa-dosa saya yang telah lalu. Dengan cara apa? Sabar. Saat kita terbaring lemah, Allah mengambil setengah kekuatan kita, ekspresi wajah kita, dan dosa kita sebagai jaminan. Jaminan? Iya. Terkadang ada manusia yang apabila ia senang, ia akan bersyukur. Dan apabila ia susah, ia akan bersabar. Intinya ia tetap rutin beribadah kepada Rabb nya. Tapi ada juga yang sebaliknya, atau satu diantaranya. Jadi, jika saya bisa melewati ujian ini dengan sabar, Insha Allah Dia akan mengembalikan kekuatan saya / atau bahkan melebihkannya dan mengembalikan ekspresi wajah saya. Lalu dosa? Allah tidak akan mengembalikannya.
Lalu bagaimana dengan manusia yang juga sedang sakit, tapi ia malah mengeluh dan menjauh dari Allah, tetapi kemudian ia sembuh? Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ingat kan? Itulah bukti Allah. Ada ayat yang mengatakan bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan manusia, kan? Nah. Disaat ia sembuh, Allah mengembalikan kekuatannya, ekspresinya dan dosanya. Loh..kok??  Dosanya dikembalikan karna ia tidak bersabar dan tidak bertawakal, atau mungkin ia bertawakal, tapi ia tidak beribadah.

Tutorial Mempercantik Tampilan Comment Box

2 | cookies
  • Login Blogger → TemplateEdit HTML
  • Cari (CTRL+F) kode  /* Comments
  • Delete Coding dibawahnya (source code comment nya aja yaa)
  • Masukkan Coding Berikut dibawah  /* Comments                                                                         

Kriteria Teman Yang Harus Dihindari

0 | cookies
Teman adalah bagian dari hidup kita. Selain bisa sharing tentang banyak hal, teman juga bisa buat hidup jadi tambah asik. Tapi Rasulullah pernah bersabda,
"Teman yang baik dan teman yang tidak baik itu diumpamakan seperti pembawa kasturi dan peniup api, maka si pembawa kasturi mungkin memberikan kasturi itu kepada kamu atau kamu dapat membelinya, atau kamu dapat mencium baunya yang wangi. Sedangkan peniup api mungkin membakar pakaianmu atau kamu dapat mencium baunya yang busuk." [HR. al-Bukhari dan Muslim]
Jadi artinya dengan siapapun kita berteman, ya kudu ngebawa efek baik buat teman kita, dan bukan malah sebaliknya. Jadi teman yang kayak gimana sih yang harusnya kita hindari? Nah checkitout!

Gampang ngeluh
Kenapa sih aku nggak ganteng?
kenapa sih alisku rata?
Kenapa sih mukaku Sixpack?

Haduuuh.. capek nggak sih dengerin orang yang ngeluuh aja tiap hari? jawabnya pasti iya. gimana nggak, karena  orang ngeluh identik dengan nggak bersyukur. Padahal Allah sudah berfirman di Al-Qur’an,
“Maka nikmat TUHAN-mu yang manakah lagi yang akan kau dustakan?" (QS. Ar-Rahman ayat 13)
Itu artinya nikmat Allah tuh nggak ketulungan banyaknya. Kalo aja kamu kumpulin satu desa, trus di itung pake jari mereka semua, dijamin juga masih kurang. Karena itulah ngeluh nggak bakalan nyelesaikan apapun kecuali malah makin buat ruwet apapun. Apalagi kalo ngeluh disiarkan secara live dari FB atau twitter kamu. bisa-bisa aib yang udah baik-baik ditutupin sama Allah, malah kebuka dan jadi omongan orang. Jadi makin ribet kan?

G to the D

10 | cookies
Annyeong yeorobun!

There's a lot of my kpop's friends ask me about this namja. waitt..namja? yap! the one of a kind, G-Dragon.


They asked me, "why did you change your twitter's username?"

                         "why you didn't posting about him anymore?"
                         "why did you change your tumblr's name?"
                         "why did you unfollow meee?"
                         "why did you delete your 1st & 2nd instagram?"
                         and blablabla~~
                         I can't write it all.

Keutamaan, Tafsir dan Kesimpulan Isi Surat Al-Fatihah [1-7]

0 | cookies
Keutamaan Surat Al-Fatihah
  • Membaca Al-Fatihah Adalah Rukun Shalat
Rasulullah bersabda yang artinya, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu)
Dalam sabda yang lain beliau mengatakan yang artinya, “Barangsiapa yang shalat tidak membaca Ummul Qur’an (surat Al Fatihah) maka shalatnya pincang (khidaaj).” (HR. Muslim)

Makna dari khidaaj adalah kurang, sebagaimana dijelaskan dalam hadits tersebut, “Tidak lengkap”. Berdasarkan hadits ini dan hadits sebelumnya para imam seperti imam Malik, Syafi’i, Ahmad bin Hanbal dan para sahabatnya, serta mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum membaca Al Fatihah di dalam shalat adalah wajib, tidak sah shalat tanpanya.

Tutorial Membuat Energy Saving Mode

0 | cookies
  • Login Blogger → TemplateEdit HTML 
  • Cari (CTRL+F) kode </head> 

  • Letakkan coding berikut sebelum kode </head>
 <script language='javascript' src='http://www.onlineleaf.com/savetheenvironment.js' type='text/javascript'/>
  • Save Template
  • Kembali ke DashboardLayout Add a Gadget  → HTML/JavaScript

Sempurnakan Islam Secara Keseluruhan

0 | cookies
Dulu, islam hanya agama yang saya anut otomatis dari ayah ibu saya.
Al-Qur’an. Ya, itu merupakan kitab dari agama yang saya anut ini, isinya aturan dan sumber hukum dalam kehidupan.
Pake kerudung. Udah dari kecil, tapi dengan segala hiasan di baju, celana, rok, dan lainnya. Jilbab gaul, modis, manis, mengumbar kecantikan, well.. itupun kadang dilepas.
Pergaulan. Setau saya islam melarang keras berzina dan bercampur baur dengan lawan jenis yang bukan mahrom, tapi dengan segala situasi dan kondisi lingkungan di Indonesia, sulit rasanya, mau tidak mau saya masih bergaul dengan teman lelaki, bercanda, dsb.

Sampai akhirnya..saya kuliah, pikiran terbuka, mendewasa, lebih kritis. Janggal sekali ilmu yang saya dapat selama ini, ber-islam kok tanggung-tanggung? Pake kerudung kok malah jadi lebih cantik, bukannya tetap fitnah namanya? Mengadakan acara keislaman kok gabung dengan ikhwan? membuka jalan ikhtilat ini namanya. Apa islam yang selama ini kalian ajarkan pada saya? darimana? kok cuma segitu? mana yang lainnya? kenapa disembunyikan? kenapa gak total

Semenjak 2 bulan-an libur menjelang semester 3 kemarin, suddenly ada rasa ingin lebih tau tentang islam. Saat itu saya mulai ngikutin seminar motivasi islam, nontonin ceramah para ustadz di youtube, browsing2 ttng islam. At the end, terbukalah mata dan hati saya yang selama ini tertutup kabut kebodohan. Saya seperti dijelaskan tentang seluuurrruuuh makna islam, yang bersumber hanya dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam. Bahagia banget rasanya, tapi ada kesedihan yang lebih mendalam.. kenapa cuma segelintir yang paham akan ini semua? Islam yang kaffah.

Disini saya tidak bermaksud apa2, mengingat dakwah itu wajib bagi setiap muslim, saya mau ngingetin bahwa kita jangan tanggung-tanggung memeluk islam, taatilah perintah Allah secara menyeluruh, jangan dikurangi jangan dilebihkan. Syariat sudah sempurna, tinggal kita aplikasikan saja dalam kehidupan kita.
Berhijab syar’i akan terasa nyaman, biarlah orang-orang memperhatikan kita dari ujung kepala sampai ujung sepatu, mungkin mereka belum paham. 

Kenapa Islam yang kaffah terlihat asing? Karena otak kita sudah terjangkit virus dari barat dan sudah terlanjur masuk dalam tubuh-tubuh dan pikiran leluhur yang dijajah 3,5 Abad lamanya. Gold-Glory-GOSPEL. GOSPEL! Misi Agama. *mereka bakal terus membodohi ummat islam yang awam sampai hari kiamat*
Saya gak mau jadi mereka, diam dalam kebodohan, mencari dunia, buta akhirat. Saya diberi akal oleh Allah, tubuh saya ini amanah dari-Nya, tidak akan saya sia-siakan.
Bagaimana dengan kalian? Sudah merasa cukupkah dengan ilmu yang ada? Ingat.. jangan pernah merasa cukup dengan ilmu dan amal, tapi merasa cukuplah dengan harta dunia dan segala isinya.

Wallahu a’lam.

[Download Audio] Kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA - Memperbaiki Etika

0 | cookies
[Download Audio] Kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA - Memperbaiki Etika mp3Link download audio kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA dengan tema Memperbaiki Etika yang dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2014.

JudulDurasiDownload
Memperbaiki Etika1 Jam 35 Menit MP3 [27.2 MB]




Syubhat-Syubhat Mengenakan Jilbab

0 | cookies
Tersebarnya berbagai pemahaman tentang jilbab membuat galau para muslimah, “pake gak ya.. pake-nggak-pake-nggak”. Antara kewajiban atau pilihan dalam berbusana saja? Oke, dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan sedikit pesan yang inshaa Allah bisa menjawab kegalauan kalian tentang berjilbab. penjelasan dibawah ini semoga bermanfaat bagi kita semua.
“tidaklah patut bagi laki-laki yg mukmin, dan tidak pula bagi perempuan yg mukminah, apabila Allah dan Rasulnya telah menetapkan sesuatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yg lain tentang urusan mereka dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasulnya,maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yg nyata.” Q.S Al-Ahzab ayat 36
Jika telah datang perintah dari rabbnya, maka tidak ada lagi pilihan baginya selain mentaati perintah tsb. Jika Allah memberikan suatu hukum atau perintah kepada hamba-Nya, ia maha mengetahui bahwa perintah itu untuk kebaikan kita, demikian pula ketika Allah memerintahkan kita untuk berhijab, Allah maha mengetahui bahwa jilbab adalah salah satu sebab bagi tercapainya kebahagiaan dan kemuliaan wanita.

Apakah pantas kita menolak perintah Allahyang ilmu-Nya maha luas, sedangkan kita menerima perkataan manusia yang ilmunya sangat terbatas?

Contoh kasus: kita membeli satu unit komputer, sementara orang yang membuatnya berada disamping kita, dia tau betul bagaimana mengoperasikannya, memahami dari A-Z seluk beluk alat tersebut. Maka logiskah jika kita memanggil montir untuk mengoperasikan komputer tersebut? tentu sangat tidak logis.

Kita meyakini bahwa yang menciptakan manusia ialah tuhannya manusia, yaitu Allah , karena itu sangatlah wajar jika Allah lebih mengetahui apa yang baik dan apa yang membahayakan hamba-Nya.

Islam maknanya adalah menyerah, patuh, dan taat secara total kepada Allah. Ketika kita menasehati saudari kita yang belum berhijab, sebagian mereka ada yang menjawab, “saya juga seorang muslimah, selalu menjaga sholat fardhu dan berusaha menjalankan sholat sunnah, saya puasa Romadhon, dan insya Allah akan berhaji, saya aktif sebagai donator yayasan social, tetapi saya belum mantap untuk berjilbab”

Untuk menjawab alasan ini, kita ajukan pertanyaan dan penjelasan kepadanya, “kalau memang kamu selalu melakukan amalan-amalan terpuji yang terpangkal dari iman, taat pada perintah Allah, serta takut akan sisksa-nya jika meninggalkan kewajiban tersebut, mengapa kamu beriman kepada sebagian, dan tidak beriman pada sebagian yg lain? Padahal sumber perintah itu adalah sama. Seperti sholat yang kamu kerjakan, sama dengan hijab, jilbab itu wajib, tidak diragukan lagi keberadaan perintahnya dalam Al-Qur’an dan Sunnah, atau apakah kamu tidak pernah mendengar cercaan Allah kepada bani Israil yang mereka menaati sebagian perintah dan menolak sebagian yg lain. Lihat Q.S Al-Baqarah: 85. Apakah kalian rela menjual akhirat demi kepentingan dunia? Sungguh kami tidak mengharapkan keburukan menimpa kalian, oleh karena itu, semoga kamu mau menggunakan akal sehat dan menentukan pilihan ini.”

Wallahu a'lam.

Memang Ditakdirkan Begitu

1 | cookies
Setidak-tidaknya dalam satu scene kehidupan, saya pernah berpikir bahwa saya bisa menikah dan menjalani sisa hidup dengan siapa saja. Cinta? Itu kan fitrah, bisa hadir beriringan. Visi? Ya, asal visinya jelas dan baik, kenapa tidak. Komitmen? Itu kan konsekuensi dari mencintai, ya memang harus dijalani. Tidak masalah, dengan siapapun, asal baik, rasanya saya akan menjalani hidup yang baik pula. Toh, selama ini saya bisa berteman dengan banyak orang dan menjalin hubungan yang menyenangkan bersama mereka.

Tapi kalau begitu, kenapa para lelaki masih saja terus-terusan mencari belahan jiwa dengan serangkaian proses yang beragam tingkat kerumitannya padahal jumlah wanita baik-baik tak kurang jumlahnya di bumi manusia ini? Kenapa para wanita pun terus-terusan berharap dipertemukan dengan pangeran impiannya padahal laki-laki baik pun tak kalah banyak jumlahnya? Bukankah itu hal yang mudah, kamu tinggal pilih satu dari yang baik-baik itu untuk melengkapi setengah agamamu, kemudian selesailah urusan.

Ada sejuta lelaki baik-baik, ada sejuta wanita baik-baik, bukankah menjadi mudah untuk menjodohkan mereka? Pasang-pasangkan saja semuanya, toh semuanya baik. Tapi kenapa tidak semudah itu?

Jaminan Surga Bagi yang Bersedekah

0 | cookies
Habib Abi Muhammad adalah orang saleh yang selalu menunaikan kewajibannya sesuai perintah Allah serta mengerjakannya berdasarkan hadits Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam. Suatu hari, saat mengikuti pengajian di sebuah masjid, Habib Abi Muhammad sangat terenyuh dengan ketulusan Abu Bakar As-Shidiq dalam bersedekah. Tanpa keraguan sedikit pun, ia mengikuti jejak khalifah pertama amirul mukminin dan berkata,
“Demi Allah, saya akan memperhatikan apa yang dikerjakan Khalifah Abu Bakar itu dengan hartanya”

Habib Abi Muhammad kemudian membelanjakan sedekah 40.000 dinar ke dalam empat bagian dan berkata, “Demi Allah, saya membeli diriku karena Allah sebesar 10-000 dinar” Setelah itu ia berkaia lagi, “Demi Allah, aku bersyukur karena aku telah mendapatkan hidayah untuk bersedekah. Maka aku keluarkan sedekah lagi sebesar 10.000 dinar”

Prayer

0 | cookies
My heart heavy, I drop my bag
As if the emotional weight of this Dunya isn’t enough,
There is physical weight to go with the pain

I scan my room
Messy
As I rush to organize, 
My heart keeps tugging at my veins

Reminding me..
It’s time for supplication
Time for medication
Time to turn to your Lord, for he is the Almighty

Your sins won’t be taken lightly
So repent while you still can
And ask for forgiveness from Al-Rahman

Tutorial Membuat Copyright Pada Blog

0 | cookies
  • Login Blogger → Template Edit HTML
  • Cari (CTRL+F) kode </body>
  • Letakkan Coding berikut tepat diatas kode </body>
<center>Copyright &#169; 2014. All Right Reserved by <a href='http://www.ismimiitsme.blogspot.com/'><b>Ismi Islamia Fathurrahmi </b></a></center>
       Note:    biru  : ganti dengan link blog/website kalian
hijau: ganti dengan nama kalian 
  • Save Template
Copyright © 2016. Designed by Ismi Islamia Fathurrahmi