Chocomous: Fangirling

Fangirling

Perkumpulan suatu penggemar dari seorang artis sudah tidak asing lagi bagi kaum muda-mudi jaman sekarang. Fanbase dari kata Fan yang berarti penggemar dan Base yang berarti pusat atau pangkalan merupakan tempat dimana kesamaan pikiran atas seseorang mereka salurkan. Kebanyakan dari mereka adalah para remaja-remaja putri yang mereka sebut dengan fangirling. Tapi tak dipungkiri ada pula penggemar laki-laki.

Beruntunglah saya sudah melewati fase fangirling ini pada masa yang tepat. Sehingga sekarang dapat menilainya (insyaallah) dengan obyektif.

Para penggemar mempunyai sebutannya masing-masing sesuai karakteristik dari si artis. Contoh fans dari Big Bang a.k.a VIP (sincerely I’m part of them), Justin Bieber a.k.a Beliebers, fans Jonas Brothers a.k.a Jonatics (i’m on it too tbh :p), fans Super Junior a.k.a ELF dan masih banyak lagi (cmiiw).

Kesamaan faham menjadikan para fans mempunyai prinsip yang sama dan menciptakan kedekatan bagi sesama penggemar. Tak jarang mereka menyebut diri mereka tidak hanya sekedar fans tapi family (keluarga, RED).

Pada suatu fandom, sebutan lain fanbase, memiliki koordinator yaitu orang mengurusi kegiatan-kegiatan yang diadakan fanbase tersebut. Dia adalah pemersatu para fans-fans. #halah. Koordinator bisa saja hanya satu. Namun untuk mempermudah komunikasi biasanya koordinator ada di setiap wilayah tergantung pencapaian atas keterkenalan artis itu sendiri. Biasanya koordinator ini dekat dengan si artis yang menjadikan dia “kecipratan” terkenal seantero fanbase-nya.

Untuk kedekatan antara artis dan penggemar biasanya diadakan meet & greet. Ini adalah suatu acara pertemuan yang biasanya diselenggarakan oleh sang koordinator untuk saling sapa antara artis-penggemar bahkan penggemar-penggemar yang dipertemukan secara langsung karena biasanya interaksi mereka hanya lewat dunia maya. Acara ini terlaksana dipatok harga dengan biaya untuk mendatangkan si artis, sewa tempat, konsumsi dan merchandise.

Saya akui bahwa prestige (gengsi, RED) seorang penggemar sangat tinggi. Kebanggaan tersendiri bagi seorang fans bila dia dapat bertemu langsung dengan sang artis dan dapat memamerkan foto bareng-nya sehingga dapat membuat envy penggemar lain. Mengumpulkan merchandise atau barang-barang yang berbau si artis idola juga merupakan kebanggaan karena biasanya semakin banyak barang yang dikumpulkan berbanding lurus dengan predikat fans sejati.

Penjualan merchandise dapat dijadikan peluang bisnis bagi sebagian orang. Membuat barang tiruan dari outfit yang digunakan si artis atau membuat barang dengan nama/foto sang idola merupakan hal yang wajib dimiliki bagi seorang penggemar. Tak jarang barang-barang tersebut dijual dengan keuntungan lebih dari 100%. Apalagi terdapat kata official atau barang yang disarankan si artis maka tanpa berfikir dua kali mereka langsung membelinya.

Pernah membaca suatu kutipan bahwa, "fangirling tidak akan bisa kaya". Seperti tersihir, penggemar rela melakukan apapun demi idolanya.

Keberadaan fanbase sering kali tidak berbeda dengan para paparazi (wartawan, pencari berita, RED) karena mereka akan terus mencari berita-berita terbaru tentang artis idolanya yang nantinya akan menjadi bahan pembicaraan dengan sesama penggemar.

Tak jarang terjadi pertengakaran karena kesalahpahaman antara dua fanbase atau lebih yang mungkin si artis sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Ini dikarenakan kebanyakan fans adalah para ABG yang masih dalam proses pencarian jati diri yang emosinya belum stabil sehingga mudah terpancing amarah tentang apa yang mereka tidak sukai. Apalagi banyak yang sepaham dengannya yaitu teman-teman satu fanbase sehingga mereka seperti siap bertempur karena memiliki pasukan.

Para pembenci atau haters juga merupakan musuh dari fans. Para penggemar mengidam-idamkan idolanya sedangkan haters menjelek-jelekkan mereka. Para penggemar yang telah dewasa biasanya mengabaikannya.

Ada juga para penggemar laki-laki biasanya mereka tidak mengidolakan artis tetapi club olahraga. Menurut saya, mereka lebih fanatik daripada fangirling. Para fanboying ini juga memiliki sebutan. Adapula monopoli penjualan merchandise yang terjadi disini. Tidak seperti fanbase biasa yang menjualnya lewat online shop karena lebih terkoordinasi mereka bahkan memiliki outlet resmi.

Saya jugamempunyai idola dan anti-fans. Saya punya idola bahkan lebih dari satu dan pernah membeli merchandise resmi. Tetapi saya sadar bahwa hal yang berlebihan itu tidak baik. Mempunyai idola adalah hal yang lumrah karena kita dapat mencontoh hal yang baik dan dapat menjadi inspirasi agar kita menjadi lebih baik.

Terkadang saya berfikir bahwa “cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan” (abaikan! -.-v) . Ya, para artis yang saya idolakan tidak mengenal saya bahkan tidak tahu atau mungkin tidak terbayang oleh mereka bagaimana perjuangan seorang penggemar mereka. Itu kembali kepada pribadi masing-masing bagaimana kita sebagai penggemar dapat membatasi diri untuk mengukur seberapa kagum kita kepada mereka yang pantas untuk dibanggakan. Setiap orang berhak untuk memiliki idola. Orang yang tidak memiliki idola hanya dapat membanggakan dirinya sendiri sehingga dia akan menjadi orang yang sombong.

Ada yang saya lewatkan untuk dibanggakan, bukan artis, bukan atlet, bukan seseorang yang tersohor tapi jelas-jelas dia mengenal kita. Dia, yang selalu ada didekat kita, adalah ibu dan ayah. Tak ketinggalan idola bagi seluruh umat Muslim yaitu Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam. (:

No comments:

Post a Comment

Copyright © 2016. Designed by Ismi Islamia Fathurrahmi