Chocomous: Fenomena Online Shop

Fenomena Online Shop

Berdagang lewat internet atau yang lebih dikenal dengan online shop sudah tidak asing lagi di telinga kita.

Media sosial sangat berpengaruh dalam hal ini seperti facebook, twitter dan instagram untuk memamerkan barang dagangan. Kemudian interaksi antara penjual dan pembeli dilakukan melalui sms atau media obrolan seperti bbm, whatsapp dan line. Setelah deal, pembayaran dilakukan lewat mesin ATM. Transaksi di ATM sekarang juga dapat diakses melalui telepon genggam dengan fasilitas m-banking. Selain itu pembayaran juga dapat dilakukan dengan cara COD yang berarti ketemuan langsung antara penjual dan pembeli.

Belakangan ini belanja secara online ini semakin populer. Banyak pro dan kontra dengan adanya fenomena toko online ini. Banyak pula istilah-istilah baru yang digunakan. Hal-hal lain yang perlu kita ketahui tentang olshop (sebutan singkat Online Shop, RED) antara lain:
  • Banyak barang palsu / KW / abal yang dijual. Biasanya sepatu dan tas dari merek terkenal. Karena kebanyakan dari mereka tidak memiliki izin usaha dan tidak memiliki toko/outlet resmi.
  • Muncul kata endorse yang dalam bahasa Indonesia berarti menyetujui, mengesahkan, mengabsahkan, menyokong, menguasakan, menuliskan nama. Namun dalam prakteknya adalah promosi dimana para trendsetter (yang selanjutnya akan disebut seleb), biasanya orang yang mempunyai banyak followers, memamerkan barang yang telah dikirimkan dari suatu toko online ke seorang seleb dengan foto. Jangan bingung bila kita menjumpai twit-twit seperti “endorse dong sista”. Tujuannya tak lain agar produknya dikenal banyak orang.
  • Dibalik endorse-ing para seleb mematok biaya, misalnya: Rp 100 ribu/item. Jadi, pemilik online shop ini memberikan produk dan mentransfer biaya endorse ke seorang seleb kemudian si seleb mem-posting foto ke akun media sosialnya dengan keterangan seperti “Tas lucu dari @contohonlineshop thx sista, yang mau langsung order ke @contohonlineshop”.
  • Ketersediaan barang berstatus Ready Stock yang berarti barang langsung siap kirim dan PO atau Pre-Order dimana kita tidak bisa langsung membeli dan harus menunggu tanggal pemesanan. Kadang kala costumer (pembeli atau pelanggan, RED) meminta re-stock (menyediakan kembali, RED) barang yang telah sold out (habis, RED).
  • Semakin lama banyak jenis barang yang ditawarkan dari barang elektronik black marke; baju, tas dan sepatu merek terkenal yang dibuat KW-nya; bahkan aksesoris yang dibuat handmade (buatan tangan, RED). Kesempatan untuk menjual produk dengan mematok harga tinggi tidak disia-siakan bagi mereka yang menjadikan ini sebagai jalan bagi bisnis mereka. Produsen yang menawarkan harga rendah biasanya akan mencari reseller yang akan menjual kembali produknya atau dengan kata lain sebagai distributor.
Selain dapat menghemat waktu berbelanja banyak kemudahan lain yang akan kita dapat dari online shop ini. Tetapi berhati-hatilah dengan penipuan yang bisa saja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

No comments:

Post a Comment

Copyright © 2016. Designed by Ismi Islamia Fathurrahmi