Skip to main content

Menjaga Izzah dan 'Iffah


Rasa malu itu ibarat mahkota bagi para muslimah. Muslimah yang memiliki rasa malu cenderung lebih mampu menjaga izzah dan 'iffahnya. Tentang rasa malu ini, para muslimah perlu belajar banyak dari Maryam & Fatimah.

Maryam pernah diuji dengan penampakan malaikat Jibril yang tampan lagi gagah, hingga dalam Al Qur'an dikiaskan sebagai “manusia yang sempurna” saking mempesonanya (lihat QS. Maryam ayat 17). Sedangkan Fatimah, pernah diuji dengan perasaan cintanya kepada Ali yang tumbuh sebelum waktunya.

Bagaimana Maryam dan Fatimah menyikapi ujian yang Allah datangkan tersebut ? 
Apakah ujian itu kemudian membuat Maryam dan Fatimah jadi baperan ?

Nope, jawabannya tentu saja tidak. 

Lantas apa yang dilakukan Maryam?
Maryam kala itu, memilih untuk bersikap elegan. Ditundukkannya pandangan dengan penuh rasa malu sekaligus takut kepada Allah. Lalu Maryam mengumpulkan segenap keberaniannya dan dengan tegas berkata: “Sungguh aku berlindung kepada Allah yang Maha Pengasih kepadamu, jika engkau orang yang bertaqwa” (lihat QS. Maryam ayat 18).



Apakah Maryam sama sekali tidak kagum dengan penampakan malaikat Jibril yang terlihat begitu tampan dan gagah ? Tentu, Maryam kagum, namanya juga manusia biasa, yang pasti memiliki fitrah menyukai hal-hal yang indah. Tapi kekaguman Maryam hanya sekedarnya saja. Tidak menjadikannya lantas bersikap 'berlebihan' hingga merendahkan harga dirinya sebagai perempuan.

Lalu bagaimana dengan Fatimah? 
Fatimah memilih untuk menjaga kesucian hatinya dengan tidak mengumbar rasa sukanya. Jadi jika diibaratkan zaman now nih ya, Fatimah itu gak caper dan mudah baper.  Nge-fans nya Fatimah sama Ali gak menjadikan Fatimah itu stalking-in Ali terus atau komen-komen di postingan Ali. Apalagi sampai curcol di medsos, trus nge-tag Ali kasih kode supaya Ali tau gimana perasaannya. Fatimah mah kalem aja. Dan ya, jangankan Ali, setan aja gak diberikan kesempatan tuh untuk tau bahwa ia sedang jatuh cinta. Mashaa Allah.

Begitulah, muslimah yang shalihah itu layaknya Maryam dan Fatimah. Besar sekali rasa malunya. Tidak mudah baperan dan tidak juga caperan. Mereka benar-benar menjaga rasa malunya karena kuatnya keimanan mereka kepada Allah. Oleh karenanya tidak heran jika kemudian Maryam dan Fatimah dijamin masuk surga.

Lantas bagaimana dengan kita, ukhti fillah ? 
Susah ? iya, pasti mah itu. Gak ada yang mudah kalo jaminannya sesuatu yang besar kan yaa, hehe.

Kuy lah, kita jadikan mereka panutan dan teladan. 
Semoga kita diistiqomahkan dalam taat, senantiasa meluruskan niat karena Allah, dan kelak menjadi bagian dari hamba-hamba Allah yang dirindukan syurga. Aamiin. 

Semangat berjuang dan istiqomah, ya ! :) 

Comments