Aku ingin menemukanmu dalam keadaan jujur. Semua hal, baik itu tulisanmu yang terbaca, prasangkamu yang tersirat, dan akhlakmu yang terpancar. Sebab lewat itu semua, aku menjadi kenal denganmu. Di saat jaman sudah penuh dengan mereka yang bertopeng warna-warni, aku hanya ingin menemukanmu dalam topengmu sendiri. Dirimu yang sebenarnya. Tidak ada warna yang norak, karena itu tak cocok denganmu. Atau pun warna yang kusam, karena kamu sebenarnya lebih cerah. Jujur saja, agar kita bisa saling mencocokkan warna yang ada. Apa bagimu bersikap jujur begitu mengkhawatirkan? Ketika mereka lebih senang dengan kabar palsu menggembirakan atau sosok sempurna yang terkesan hebat semuanya. Jujur saja, aku tahu kita tak ada yang sempurna. Kurangmu, kurangku, adalah hal-hal wajar yang akan saling membuat kita sama-sama belajar. Jujur sajalah, meski manusia tak sekalipun mengalihkan pandang, namun Allah sedang memperhatikan. Bagiku, kejujuran adalah akhlak yang mulia dan akan dimiliki mere...