Skip to main content

Posts

Showing posts with the label journal

Cinta Pertama

Di hidupku, aku hanya punya satu sosok pria yang aku idam-idamkan,  Yang diam-diam aku sebut namanya disetiap doaku.  Dia adalah Ayah, Laki-laki yang seringkali tanpa permisi masuk ke kamarku, dan mulai membuka obrolan-obrolan manis berdua. Bagi seorang perempuan,  Ayah adalah cinta pertamanya. Ya.. Aku mencintai Ayah. Aku mencintai saat dimana kami duduk berdua ataupun berjalan berdua,   Kemudian mulai mengingat-ingat kenangan yang pernah kami lewati bersama.  Menanyaiku tentang kehidupan kampusku,  Memberikanku berbagai nasihat, saran dan motivasi. Pun tak ketinggalan, bertukar informasi mengenai dunia teknologi yang selalu menjadi topik hangat baginya. Sungguh, ayah adalah laki-laki yang sangat mencintai anaknya sebesar itu.  Dengan setiap tetes peluhnya, dengan setiap derita sakitnya,  Dengan setiap asap kendaraan yang menempel ditubuhnya.  Aku, mencintainya.

Social Media Zaman Now (2)

Siang tadi saya berteleponan dengan salah seorang teman lama saya, kami saling kenal dekat sejak awal-awal hijrah dulu. Dia sosok yang asyik bagi saya karena walaupun paham benar tentang agama, tidak pernah sedikitpun dia menjudge orang lain yang belum baik itu salah, dia juga bukan tipe orang yang suka pilih-pilih dalam berteman. Caranya menasihatinya juga sangat baik, kami selalu saling berbagi kisah dan pada akhirnya saling mengingatkan. Selalu ada hal baik yang saya dapat, ilmu yang baru, motivasi baru, dan semangat baru untuk terus belajar mendalami agama. Kami berbagi sedikit kisah yang kami rasakan tentang,  Social Media .   What? Socmed lagi, mi ? Iya, bahas ini lagi, maafkeunla  --"  Dirasakan atau tidak tapi kami cukup merasakannya. Memang benar socmed punya dua sisi, sisi positif dan sisi negatif. Sisi positifnya ya.. tentu silaturahim akan terus terjaga karena kita bisa tetap intens berkomunikasi dengan siapa saja, kapan saja, dan ...

Tempat Ujian

Rindu gak sih masa-masa kuliah dulu? Ngumpul bareng, makan bareng, ngerjain tugas bareng, ngoding bareng. Or is it just me who miss those moments? :( Memang benar kata orang, semakin tua memang circle friend kita semakin kecil. Kita akan sibuk masing-masing merakit cita dan cinta. Dulu kita bisa dengan mudah haha-hihi main kesana kemari tanpa memikirkan beban, tapi sekarang semua sibuk. Bahkan untuk bertemu kita harus janjian dulu seperti mau ketemu dosen. Aah sudahlah memang ini masanya. Nikmati saja kisahnya. Dulu juga, saya pernah memimpikan sesuatu yang besar. Besarrrr sekali. Sudah dibayangkan ketika itu, kalau saja mimpi itu tercapai saya akan begini begitu, saya akan mendapatkan ini itu. Tapi ternyata saya meletakkan mimpi itu terlalu tinggi, dan kaki ini belum terlalu panjang untuk mencapainya. Saya gagal, saya terpuruk. Tapi ternyata Allah punya rencana lain. Saya tidak dibiarkan berlarut dalam mimpi yang sudah terbang entah kemana, saya harus menjalani kenyataan yan...

Social Media Zaman Now (1)

Assalamu'alaikum. Holaa guys, I'm back! Tadi ngecek postingan terakhir ternyata udah 1 tahun lebih gak ngepost di blog ini. wkwk Jadi apa aja yang berubah di satu tahun terakhir ini ? Emm, apa ya? ya.. sama aja sih gak ada yang berubah, masih kurus gak gemuk2, masih suka baca & nulis walaupun gak di blog ini karena taulah.. sosmed yang booming di satu tahun terakhir ini kan Instagram & Tumblr. Dan yaa..  berbicara tentang 2 sns tersebut, saya mau cerita sedikit tentang mereka. mereka? jangan ghibah ya mii ! wkwk Okay,   The   First discuss is .. Tumblr Tumblr udah jadi temen saya sejak tahun 2011, dan tumblr was the best friend for me, really. Banyak banget ilmu2 yang saya dapetin di tumblr. Termasuk ilmu saya pertama kali belajar menggunakan Photoshop. Ya, lewat postingan teman2 saya di tumblr, saya jadi penasaran dengan aplikasi photoshop. Kok bisa sih mereka ngedit foto sekeren itu? Pakek filter apa kok bisa sih match kayak gitu?, ...

Archery

Jadi ceritanya, hampir dua bulan terakhir ini saya belajar memanah. As we know, memanah adalah salah satu olahraga yang dianjurkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Archery sebenernya udah jadi to-do-list saya sejak 2015. Namun ya qadarullah, baru kesampeannya sekarang, hehe. Itupun tau info venue memanah nya dari sepupu. Kalau udah pernah nonton film The Lord Of The Ring dan The Hunger Games pasti tau dong dengan tokoh Legolas dan Katniss Everdeen yang jago banget memanah. It looks easy to try, right? But for real, Its not that easy, guls.  Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, “Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar & Thabarani) Latihan perdana benar-benar super rasanya. Pengalaman pertama megang busur sampai melesatkan ke target. Susah? Iya. Tapi gak susah-susah banget. Menyenangkan? Hmm iya. Tapi inget kata coach, panah itu bukan sekedar permainan melainkan senjata. Jadi ya kudu ati-a...

Ayah

Sulit jika harus memulainya. Sebab tulisan ini tertuju pada seseorang yang telah tiada. Namun inshaa Allah, tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Entah bagaimana melukiskan rasa sayang seorang anak kepada ayahanda tercinta. Berjuta bahkan tak terhingga permintaan maaf dan ucapan terima kasih atas segala-galanya yang banyak beliau korbankan untuk putri sulungnya ini. Sekitar tiga bulan yang lalu. Dua minggu menjelang wisuda, ayah memelukku erat seraya berkata, "Ayah sepertinya tidak bisa menghadiri wisudamu, nak."  Deg!  Hatiku rasanya remuk. Marah, sedih, kesal bercampur saat itu. Aku memeluk ayah erat dan berkata pelan menenangkan ayah, "Iya yah, gak apa-apa. Disana kan cuma mindahin tali doang. Ayah kan lagi sakit, jadi gak perlu susah untuk kesana. Nanti juga ayah bisa liat mimi pulang kerumah pakek toga."   Ayah menangis haru. Tak biasanya ia menangis seperti itu. Akupun tak kuasa menahan tangis melihat ayahku seperti itu. Bebe...

Adorable As Always

Ketika adzan maghrib berkumandang di masjid, sementara aku masih belum juga di rumah, maka ibuku kan sibuk menghubungiku. Panik, memencet-mencet ponsel ayahku. Beliau takkan berhenti hingga aku menjawab panggilannya itu. Dulu aku berpikir itu sangat berlebihan. Di usiaku ketika itu, rata-rata teman-temanku memiliki batas jam malam hingga pukul sembilan. Namun ibuku, menginginkanku untuk sampai dirumah bahkkan sebelum adzan maghrib terdengar. “oh tolonglah bu, aku sudah dewasa, sebentar lagi aku akan menjadi mahasiswi.” Setiap kali aku sedang bersama temanku dan tiba-tiba tersadar waktu telah senja, maka aku akan panik, Khawatir ponselku akan berdering-dering memekakkan telinga, bergetar-getar hingga jantungku berdegup tak karuan.  Hal tersebut terjadi berulang kali. hingga suatu ketika ibu menegurku. “Kau tau nak, ketika adzan maghrib berkumandang dan tak ibu temukan dirimu di kamarmu atau di ruangan manapun di rumah ini, saat itu jantung ibu mulai berdebar-debar deng...

My New Kitten

Alhamdulillah, tadi malam kucing saya yang ketiga, Meyo udah resmi menjadi seorang ibu dari 3 anak. Kayaknya si Mey lahiran sekitar jam 12.30-2 malam. Soalnya kata ibu, jam 12 itu dia nyodor-nyodor pintunya ibu, kode minta dibukain. Eh pas dianya masuk kamar trus masuk ke bawah tempat tidur, dianya ngeong minta dibukain pintu buat keluar. Sebenarnya hal ini sering terjadi akhir-akhir ini, awalnya ngira dia bakal ngelahirin, tapi karena udah sering di php-in, jadi tanggapan semalam biasa aja. Awalnya jg sekitar jam 11an si Mey meong mulu didepan pintu kamar saya, dan lagi, tanggapan saya 'Mungkin dia laper, ntar pagi ajalah'. Saya udah ngantuk banget semalem jadi males bukain pintu. And after all..I was shock after heard my bro said that Meyo already gave birth.  Sekitar jam 3 pagi tadi, saya dibangunin si bungsu, katanya Mey udah lahiran. Kaget lah saya, karena qadarullah Mey lahiran tanpa ditemenin satu orang pun, terlebih lagi ini lahiran pertamanya si Mey. Trus saya n...

Fanatik

Kamu terlalu fanatik deh, mi.  Gak usah ekstrem gitu lah, yang biasa-biasa aja. (btw, yang biasa itu kayak gimana ya-.- ? ) Sekiranya kalimat-kalimat semacam itulah yang sering saya dengar di awal hijrah dulu. Ketika gak mau bersalaman dengan non mahram, dibilang fanatik. Gak mau ikut reunian (+ non mahram), dibilang fanatik. And many moreee.  Tanggapan saya sih simple, Saya gak fanatik lah, dalam agama kita memang udah dijelaskan dengan sangat detail kok. Dan lagi, kenapa fanatik sih?  Berikut adalah firman Allah dan beberapa hadist Rasullah Sallallahu 'alaihi wasallam: قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَزِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ Artinya: “Kata...

Sidang Skripsi

Saat dimana hati berkecamuk, jantung berdenyut tak menentu, pikiran melalang buana di atas kepala, dan doa menjadi ikhtiar terakhir yang di punya. Alhamdulillah, Sidang skripsi kala itu berbuah manis ujungnya, getar-getir yang selama ini dikhawatirkan luluh lantak bak gunung merapi yang akhirnya meletus hingga memuntahkan larvanya. ----------------------------------------------------------------------------------------- Malam Sabtu, 11 Maret 2016. Semua alat perang untuk sidang dipersiapkan. Kaki mulai dingin deg-degan gak karuan.  Tidur lebih awal tapi hampir setiap jam terbangunkan.  Jam 2 terbangun, lanjut belajar isi skripsi dengan mata setengah terbuka. Bolak-balik lembaran skrip, belajar ulang statistik, semuaaa dilahap sampe subuh, terus mandi dan prepare. Sarapan hanya segigit risol daging, bekal hanya susu coklat dan gak lupa ngunyah permen chewy.  Jam 6:10 berangkat menuju kampus dengan wejangan-wejangan dari ibu & ayah, “gak usah ter...

Meminta Waktu

Aku kira, kita berjalan beriringan. Beriringan menyusuri jalan yang paling indah di sisi-Nya. Beriringan memikul amanah langit-Nya. Tapi ternyata tidak. Aku kira, kita berjalan bergandengan. Bergandengan memperjuangkan agama yang paling benar di sisi-Nya. Bergandengan merapatkan barisan  untuk agama-Nya. Tapi ternyata tidak. Bolehkah aku meminta waktu? Aku merasa tertinggal. Bukan, bukan kalian yang meninggalkan, tapi aku yang tertinggal.  Mungkin ketika sudah di minta untuk beriringan, aku masih asyik dengan mimpiku. Mungkin ketika sudah di ajak untuk bergandengan, aku masih mengerjakan hal yang lain. Bolehkah aku meminta waktu? Aku butuh belajar. Aku masih mengumpulkan bekal.  Agar aku pandai seperti kalian. Pandai menyampaikan. Bolehkah aku meminta waktu? Aku takut salah dan keliru. Bolehkah aku meminta waktu? Aku masih harus memperbaiki diriku.

Jujur Saja

Aku ingin menemukanmu dalam keadaan jujur. Semua hal, baik itu tulisanmu yang terbaca, prasangkamu yang tersirat, dan akhlakmu yang terpancar. Sebab lewat itu semua, aku menjadi kenal denganmu. Di saat jaman sudah penuh dengan mereka yang bertopeng warna-warni, aku hanya ingin menemukanmu dalam topengmu sendiri. Dirimu yang sebenarnya. Tidak ada warna yang norak, karena itu tak cocok denganmu. Atau pun warna yang kusam, karena kamu sebenarnya lebih cerah. Jujur saja, agar kita bisa saling mencocokkan warna yang ada. Apa bagimu bersikap jujur begitu mengkhawatirkan? Ketika mereka lebih senang dengan kabar palsu menggembirakan atau sosok sempurna yang terkesan hebat semuanya. Jujur saja, aku tahu kita tak ada yang sempurna. Kurangmu, kurangku, adalah hal-hal wajar yang akan saling membuat kita sama-sama belajar. Jujur sajalah, meski manusia tak sekalipun mengalihkan pandang, namun Allah sedang memperhatikan. Bagiku, kejujuran adalah akhlak yang mulia dan akan dimiliki mere...

Calon Imam

Gak tau kenapa tiba-tiba keingetan sama kata-kata ceplosan dua orang temen saya dari jaman yang berbeda. Satu dari jaman putih biru dan satunya lagi dari jaman putih abu. Lagi-lagi persoalan hijrah saya satu tahun terakhir ini, yang menimbulkan mungkin sedikit banyak penilaian dari orang-orang. Terlebih lagi orang yang mungkin sudah lama mengenal ataupun sekedar mengetahui saya. Teman-teman masa sekolah kebanyakan. Bukan hendak show-off dan semacamnya tapi saya hanya ingin merekam apa-apa yang terbesit dalam benak saya. Ngomongin cinta emang gak ada basinya. Ngomongin jodoh juga gak ada habisnya, apalagi jodoh yang berupa pasangan hidup, selalu akan menjadi topik hangat untuk diperbincangkan kapan saja dimana saja. Apalagi untuk kami, insan-insan yang belum dipertemukan pasangan hidup olehNya, kami yang masih dalam tahap memantaskan diri, kami yang masih dalam masa penantian. Atau lebih tepatnya.. Saya sedang membicarakan diri saya sendiri. Satu persatu teman-teman yang memang s...

Cita-Cita

Komik. Selain harganya yang udh mahal (pake banget) , manfaatnya bagi saya juga hampir tidak ada. Dulu, komik emang jadi temen saya untuk nemenin dimanapun saya berada, as we know dulu kan yang namanya socmed itu masih jarang banget (gak kayak sekarang) . Komik juga ngebantu saya ngayal buat ngarang komik yang dulu saya buat di buku tulis (haha!.) Entah dulu saya yang sok jago atau apa, sampe pernah berambisi untuk jadi pembuat komik detective yang famous kayak aoyama & sherlock holmes -__- Karena udah terlalu sok PeDenya, banyak banget cita-cita yang ingin dicapai. Tapi lambat laun, semua itu perlahan-lahan hilang, bahkan benar-benar hilang. Dan entah sejak kapan..ambisi baru pun muncul. Apaa? Surga Firdaus . Oke, mungkin terdengar tinggi banget ya cita-cita saya? iya, memang. Cita-citanya 'surga' aja udah sulit untuk dicapai, apalagi 'surga firdaus'? huh. Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda yang artinya, "Apabila kali...

K to the Drama

I know its too late for me to make an announcement. Well so.. I'm not gonna uploading about movie, kdrama & lyrics anymore. just like I did to kpop, gd & big bang. Not for now, and then. I know that y'all disappointed. I felt so sorry :( But if I didn't do it now, when? I just wanna waste my time with doing more beneficial things to my afterlife. Remember that this dunya is temporary, and akhirah is everlasting. Don't forget about our mission in this dunya, guys. I'm not an ustadzah, but this is just an ourselves reminder. So, I hope that you guys understand why did I do that thing. and..BIG thanks to my fellow chingudeul who joined & visited to my blog these days :)

Mengetahui Tujuan Hidup

Kurang lebih 10 bulan yang lalu, saat saya mengikuti liqo' untuk pertama kalinya, saya dan yang lainnya ditanyai satu-persatu tentang tujuan hidup manusia. Jawaban-jawaban yang dilontarkan pun berbeda-beda tetapi tidak ada satupun yang benar. Kami bingung dan benar-benar dibuat penasaran dengan pertanyaan tersebut. Dan pada akhirnya jawaban pun terlontarkan. Tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah . وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)

I'm Nothing Without Allah

Hari ini barusan aja habis menemukan satu dua dan lain hal yang membuat saya merasa menjadi orang yang paling merugi tapi juga paling beruntung. Gimana ya.. Susah dijelaskan. Tapi yang jelas, Masha Allah.. Allah baiiiiiiiik banget, perlahan tapi pasti saya seperti nya bisa membaca skenario yang sudah Allah persiapkan untuk saya. Skenario yang sudah terjadi tentunya. Dan sudah jelas, skenario Allah adalah skenario yang pasti terbaik untuk hamba-hambaNya. Segala hal yang saya lalui, hadapi, rasakan dan apapun itu yang sudah menghantarkan saya menjadi saya yang sekarang. Saya yang (menurut saya pribadi) menjadi saya yang setidaknya lebih baik dari kemarin. Allah gak membiarkan saya terus-terusan tenggelam dalam kesalahan saya. Allah gak membiarkan saya larut dalam hal-hal dunia yang justru merugikan diri saya sendiri. Allah menjauhkan saya, menghindarkan saya dari segala hal yang nampaknya baik tapi ternyata amat sangat tak baik untuk saya. Allah gak pernah membiar...

Nikah?

Jam di laptop udah nunjukkin pukul 8:20 PM. Gak tau kenapa suddenly pengen nulis  soal beginian, hehe. As we know, Islam itu perfect. Ngatur dari bangun tidur sampai tidur lagi. Termasuk soal pergaulan. Makanya di dalam Islam itu muncul deh larangan mendekati zina (pacaran), khalwat (berdua-duaan dengan orang yang bukan mahram), ikhtilat (bercampur-baur laki-laki dan perempuan tidak untuk sesuatu yang dibenarkan syara’), dsb. Dan karena itu juga di dalam Islam ada tuh yang namanya taaruf,khitbah dan nikah. Saya juga gak tau sejak kapan pembahasan orang-orang di sekitar saya jadi berubah tentang nikah-nikah. Gak di dunia nyata, di dunia maya juga gak kalah rame. Bahkan lebih rame. Sampe akhirnya keliatan dah semua isi hati orang-orang.  Oke nih balik ke celotehan saya soal nikah. Mungkin masih banyak yang berpandangan sama dengan saya sekarang soal nikah. Bayangannya adalah bahagia every time. Flowering every day.  Kalo emang masih seperti itu bayangannya, i...

Postingan Edisi Pemilu

Jadi hari ini nyoblos ya..?   Jujur, dari dulu sampai sekarang (kayak udh lama aja :p) saya termasuk pribadi yang gak pernah antusias sama pemilu dan hal-hal semacamnya. mikirnya masih cetek aja sih, toh siapapun yang menang.. saya tetaplah menjadi saya. kondisi hidup saya tetap sesuai dengan apa yang saya perjuangkan dan tetap sesuai kehendak Allah, bukan karena siapa-pemimpin-negeri ini atau bukan karena siapa-yang-saya-coblos. Tapi so far.. karena banyak baca ini itu, denger desas desus ini dan itu juga jadi mulai merubah pola pikir. Hmmm serem juga kalau salah pilih pemimpin.. nanti urusan agama negeri ini juga bisa jadi kacau, misalnya kalau salah pilih bisa aja ada anggota-anggota syiah yang malah jadi pemimpin negeri ini. gawat dong. atau misalnya.. kalau negeri yang katanya mayoritas islam ini dipimpin dengan yang non-is? gimana perihal haram-halal produk, obat-obatan, makanan dan lain-lainnya? apa akan dijaga dan diperhatikan dengan baik? 

Sick x Sins

Udah lamaa gak sakit jadi sekali sakit lama sembuhnya. Sakit kok masih bisa posting? Ada ODOJ, ada juga doong ODOP. (ngerti kan? yahh kalo gk ngerti, lupakan ajalahh :p) Alhamdulillah, masih diberi Sang Pencipta ujian. Dengan sakit ini, Dia ingin meruntuhkan dosa-dosa saya yang telah lalu. Dengan cara apa? Sabar. Saat kita terbaring lemah, Allah mengambil setengah kekuatan kita, ekspresi wajah kita, dan dosa kita sebagai jaminan. Jaminan? Iya. Terkadang ada manusia yang apabila ia senang, ia akan bersyukur. Dan apabila ia susah, ia akan bersabar. Intinya ia tetap rutin beribadah kepada Rabb nya. Tapi ada juga yang sebaliknya, atau satu diantaranya. Jadi, jika saya bisa melewati ujian ini dengan sabar, Insha Allah Dia akan mengembalikan kekuatan saya / atau bahkan melebihkannya dan mengembalikan ekspresi wajah saya. Lalu dosa? Allah tidak akan mengembalikannya. Lalu bagaimana dengan manusia yang juga sedang sakit, tapi ia malah mengeluh dan menjauh dari Allah, tetapi kemud...