Chocomous: 2017

[Download App] Qur'an Flash Tajweed For PC

0 | cookies

Assalamu'alaikum, readers!
Hari ini saya mau sharing aplikasi keren yang inshaa Allah bermanfaat :) Apaa? 
Jadi gini, ini aplikasi sebenernya udah lama ada di drive, tapi dikarenakan suatu hal yang bikin saya nge-filter ulang apps, qadarullah yaa ketemu aplikasi ini. Dan mumpung (masih) inget nih, saya mau share disini.
Nama aplikasinya, Qur'an Flash Tajweed (by Geo Kasur Geo). Yaap! App-nya dalam bentuk flash player yang as we know, its easy to be opened. Size flash-nya juga gak besar kok, hanya 1,7 mb (datanya 56 mb), jadi gak butuh banyak ruang di RAM.
(prtscreen)

Nahh, untuk sumber dimana saya downloadnya, honestly.. saya lupa. Karna aplikasi ini diunduhnya beberapa tahun yang lalu, alhasil lupa dimana downloadnya ._.v
Kenapa saya share app ini? Soalnya dari berbagai macam aplikasi Qu'ran for PC yang saya tau, aplikasi ini the most recommended lah. But wait, bukan berarti yang lainnya gak worth it untuk dicoba. Hanya aja, menurut saya tajwid2 di aplikasi ini lebih jelas/mudah dimengerti khususnya saya pribadi.
Okay, berikut link-nya :)

ApplicationDownload
Qur'an Flash Tajweed For PC  [56 MB]

Semoga Bermanfaat!

Repackage

0 | cookies
Postingan kali ini bisa dibilang semacam remah-remah pemikiran saya saat menonton streaming Dr. Zakir Naik edisi UPI, 2 April 2017 lalu.

Ada satu pertanyaan yang menggugah saya saat itu. Ketika seorang audiens bertanya mengenai, “Mengapa kita tidak boleh memilih pemimpin non muslim padahal ia banyak melakukan kebaikan?” 

Lalu Dr. Zakir Naik kembali mengingatkan akan Al-Maidah ayat 51 yang intinya tidak boleh mengambil pemimpin lain selain muslim. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah: 51) 
Sudah jelas, haram hukumnya memilih pemimpin non muslim. Saya juga heran kenapa banyak orang yg ngakunya 'muslim' tapi masih mau memilih pemimpin non muslim. Itu seakan-akan menunjukkan bahwa mereka melanggar perintah yang Allah tetapkan. Naudzubillah, semoga mereka diberi hidayah.

Archery

0 | cookies
Hadist tentang memanah

Jadi ceritanya, hampir dua bulan terakhir ini saya belajar memanah. As we know, memanah adalah salah satu olahraga yang dianjurkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Archery sebenernya udah jadi to-do-list saya sejak 2015. Namun ya qadarullah, baru kesampeannya sekarang, hehe. Itupun tau info venue memanah nya dari sepupu.

Kalau udah pernah nonton film The Lord Of The Ring dan The Hunger Games pasti tau dong dengan tokoh Legolas dan Katniss Everdeen yang jago banget memanah. It looks easy to try, right? But for real, Its not that easy, guls. 
Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, “Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar & Thabarani)
Latihan perdana benar-benar super rasanya. Pengalaman pertama megang busur sampai melesatkan ke target. Susah? Iya. Tapi gak susah-susah banget. Menyenangkan? Hmm iya. Tapi inget kata coach, panah itu bukan sekedar permainan melainkan senjata. Jadi ya kudu ati-ati. 

Memanah juga ada teknik-tekniknya, gak sembarang nge-shoot aja. Karna bahaya juga kalo tekniknya salah, selain panahnya mental dan gak kena target, yang ada malah kena orang atau kita yang luka 😂. Kenapa saya bilang gini? karna saya udah pengalaman. Pengalaman kena luka maksudnya haha. Lengan saya sempet biru karna salah teknik. Sampai ngeri sendiri lihat memarnya, hihi. 

Kaf Ha Ya 'Ain Shod

0 | cookies
Ayat pertama Surah Maryam
Satu dari sekian untaian cinta-Mu
Kisah tentang muslimah yang hatinya sedamai udara malam
Sepenuh jiwa mengimanimu sebagai Tuhan yang Satu

Bagiku ayat itu bukanlah tak berarti
Apalagi perekah keraguan di hati
Bagiku ayat itu seindah lantunan puisi
Bukti bahwa hanya Engkau yang Maha Mengetahui

Tiada perihal sia-sia yang Engkau ciptakan
Hanya kami lah yang tak memahami
Karena sungguh, ilmu-Mu melebihi tujuh samudera yang Engkau bentangkan
Sedangkan yang kami ketahui sebatas air milik embun pagi

Sebagaimana arti dari ayat itu yang belum jua kami ketahui
Sebagaimana kami meyakini ada maksud indah di balik setiap hurufnya
Yang jika akhirnya kami pahami
Maka bertambah lah untuk-Mu kerinduan dan cinta



Ta'aruf vs Pacaran Islami

1 | cookies
Saya punya utang nulis mengenai ta'aruf nih, ada beberapa anon yang mengirimkan saya message yang katanya pengen saya membahas tentang ta'aruf. Honestly, saya cuma tau teorinya aja sih mengenai ta'aruf dan juga ada beberapa teman saya yg alhamdulillah nikah melalui cara yang syar'i (ta'aruf). Jadi seengaknya saya lumayan ngerti tentang hal seputar ta'aruf ini, inshaa Allah.

Ada di antara kita, mereka yang berpacaran, namun saat ditanya, mereka bilang “Take it easy, saya pacarannya cara islami kok”. Ya, sebuah pacaran yang mengedepankan syar’i dan ridha Allah di dalamnya. HA? memang ada ya?

Bagi saya hal ini menggelikan. Bagaimana tidak, menggabungkan 2 kata yang sifatnya berlawanan dalam 1 kegiatan. As we know, pacaran memang gak diperbolehkan dalam islam, HARAM hukumnya. Tapi ada yang membuat istilah sendiri 'pacaran secara islami', melakukan sesuatu yang dilarang secara jalurnya. Lalu terbesit dalam pikiran saya, jika kita punya istilah pacaran yang islami, maka saya boleh membuat istilah mabuk secara islami, berbohong secara islami, meninggalkan salat secara islami, atau memperlihatkan aurat secara islami. Loh kok bisa? Bisa dong, kan pacaran juga bisa.

“Emang kenapa sih kok kayak anti pacaran gitu? Orang kami yang ngejalani tenang tenang aja gak ada masalah” - couple said.

[Download Audio] Kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA - 2 Penghancur Agama

1 | cookies
Link download audio kajian Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA dengan tema 2 Penghancur Agama yang dilaksanakan pada tanggal 17 Dzulhijjah 1437 H/18 September 2016.

JudulDurasiDownload
2 Penghancur Agama 1 Jam 58 Menit MP3 [27.2 MB]



Source: kajianilmiah

Teruntuk Kekasihku, Ayah

0 | cookies
Sulit jika harus memulainya. Sebab tulisan ini tertuju pada seseorang yang telah tiada. Namun inshaa Allah, tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya.

Entah bagaimana melukiskan rasa sayang seorang anak kepada ayahanda tercinta. Berjuta bahkan tak terhingga permintaan maaf dan ucapan terima kasih atas segala-galanya yang banyak beliau korbankan untuk putri sulungnya ini.

Sekitar tiga bulan yang lalu.
Dua minggu menjelang wisuda, ayah memelukku erat seraya berkata, "Ayah sepertinya tidak bisa menghadiri wisudamu, nak." 
Deg! Hatiku rasanya remuk. Marah, sedih, kesal bercampur saat itu. Aku memeluk ayah erat dan berkata pelan menenangkan ayah, "Iya yah, gak apa-apa. Disana kan cuma mindahin tali doang. Ayah kan lagi sakit, jadi gak perlu susah untuk kesana. Nanti juga ayah bisa liat mimi pulang kerumah pakek toga." 
Ayah menangis haru. Tak biasanya ia menangis seperti itu. Akupun tak kuasa menahan tangis melihat ayahku seperti itu.

Beberapa hari setelah itu.. tangisanku pun menderas. Karena atas kehendak Allah, perkataan ayah saat itu benar dan perkataanku pun tak bisa kutepati.

****************************
Ayah, engkau adalah sosok teguh bagi kami. Empati yang kau ajarkan kepada anak-anakmu begitu mengena. Sikap tolerir terhadap sesama, disiplin dan tepat waktu, keinginan yang harus goal-oriented, kemandirian, tidak boleh mengeluh, memahami kondisi orang lain, telah banyak mengajarkan kami, sebagai anak-anakmu. Walaupun aku adalah anak manja, keras kepala, mudah marah, dan banyak sekali sikap-sikap bodoh yang mungkin sering membuat ayah sedih. Karakter ayah yang otoriter seringkali membuatku tidak nyaman, meski sebenarnya ada sisi kepedulian dan rasa sayang yang tidak pernah aku sadari.


Ayah, tanpa sisi melankolis ayah, mungkin aku tidak akan terdidik sebagai anak yang terpacu untuk rajin dan mampu berprestasi. Bahkan aku masih ingat, sedari aku menginjak sekolah dasar, semua buku paket dan buku tulisku, ayah beri sampul plastik tebal dengan lipatan rapih. 

Ayah, tanpa sisi koleris ayah, mungkin aku tidak sekuat dan setegar seperti saat ini. Ayah selalu mengajarakan bagaimana menjadi sosok yang tegas dan mandiri, meskipun aku seorang anak perempuan. Dulu sewaktu kecil, mungkin saat itu aku masih berumur 3 atau 4 tahun. Aku masih ingat, ayah sering mengajakku jalan-jalan di sekitar perumahan, ayah juga rutin mengajakku menikmati sudut kota yang indah, mengajarkanku banyak hal diumurku yang masih sangat muda. Aku juga masih ingat jelas ketika aku bermasalah dengan temanku, ayah malah memarahi dan menasihatiku. Ayah bilang, "Ingat nak, mereka boleh bersikap buruk ke kamu tapi kamu harus tetap bersikap baik ke mereka." Bahkan di minggu terakhir ayah pun ayah mengulang perkataannya tersebut kepadaku guna mengingatkanku.

Ayah, seiring berjalannya waktu, aku akan terus belajar bagaimana menempatkan diri sebagai sosok yang kuat dan bijaksana, mampu memahami diri serta orang lain. Terimakasih telah mengajariku bagaimana mencintai buku dan menyukai menulis. Aku ingat, demi anaknya, sedari kecil ayah berlangganan majalah untukku. Ayah juga membelikanku kaset berseri-seri yang isinya tentang pembelajaran bahasa inggris. Terimakasih juga telah mengenalkan aku tentang 'dunia' komputermu. Melaluimu aku menemukan minatku, yah. Minat yang sama-sama kita sukai. 

Masa kecilku bahagia kok yah, terimakasih telah memberiku banyak larangan saat bermain. Aku menyadari bahwa larangan-larangan itu membuatku belajar untuk memanage diri disaat umurku beranjak dewasa. 

Ayah, terimakasih sudah menjagaku selama ini. Terimakasih telah banyak membuka pandanganku tentang apapun. Tentang hidup yang pasang surut. Tentang bagaimana hidup sekedarnya, tidak boros, juga tidak pelit. Ayah juga mengajarkan bagaimana kesederhanaan itu. Aku tak perlu khawatir dengan cukup atau kurangnya materi, karena Allah-lah sebaik-baik Pemberi Kecukupan. 

Ayah, sungguh, rasanya masih belum ingin melepaskan ayah. Tapi aku takut Pemilikmu dan Pemilikku murka kepadaku. Bukannya aku harus bersyukur karena Allah telah meminjamkanmu kepadaku untuk 21 tahun ini? 

Ayah, kau akan tetap menjadi sebaik-baik lelaki yang pernah kutemui di dunia.
Dari anakmu yang cengeng, humoris sekaligus pemarah.
*****************************************

Sebagai penutup tulisan ini, berikut adalah sebuah hadist shahih mengenai amalan seorang anak untuk orang tua yang telah tiada.

Dari Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, ‘Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salamah. Orang ini bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara bagiku untuk berbakti kepada orang tuaku setelah mereka meninggal?’ Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
نَعَمْ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِيفَاءٌ بِعُهُودِهِمَا مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا
“Ya, menshalatkan mereka, memohonkan ampunan untuk mereka, memenuhi janji mereka setelah mereka meninggal, memuliakan rekan mereka, dan menyambung silaturahmi yang terjalin karena sebab keberadaan mereka.” (HR. Ahmad 16059, Abu Daud 5142, Ibn Majah 3664, dishahihkan oleh al-Hakim 7260 dan disetujui adz-Dzahabi).

Copyright © 2016. Designed by Ismi Islamia Fathurrahmi