Chocomous: Udah, Putusin Aja!

Udah, Putusin Aja!


Review Buku: Udah Putusin Aja!
Review Buku: Udah Putusin Aja! -  Keseluruhan isi buku ini adalah fakta, tegas, lucu, menyentuh dan tentunya ilmu. Inti dari buku ini adalah 'jangan mendekati zina', 'say no to pacaran and say yes to nikah.  Kalo belum mampu nikah, tetap jangan pacaran.
Gak ada alasan buat kata pacaran, pacaran yang apapun sebutannya gimanapun bentuknya apapun aktifitasnya. Wohooo garis keras banget ustaaadz.
If you’re not ready yet, don’t push your luck. 
Dibuku ini juga ada tips meminimalisasi galau versi sang ustadz :
  • Mengingat Allah, akan membuat galau karena cinta menjadi ketenangan.
"Dia lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang mukmin untuk menambah keimanan mereka yang telah ada. Dan milik Allah lah bala tentara langit dan bumi, Dan Allah maha mengetahui lagi bijaksana.” (Q.S. Al-Fath: 4)
"Orang - orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." (Q.S. Ar-Ra’d: 28)
  • Gabungkan diri dalam perjuangan Islam.
"Wahai orang - orang yang beriman ! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Q.S. Muhammad: 7)
  • Baca kisah - kisah Rasulallah, sahabat dan panglima - panglima Islam.
"Ketahuilah bahwa membaca kisah - kisah dan sejarah tentang orang yang memiliki keutamaan akan memberikan kesenangan dalam jiwa seseorang. Kisah tersebut akan melegakan hati, mengisi kehampaan, serta membentuk watak yang penuh semangat dilandasi kebaikan dan menghilangkan rasa malas." (Ibn Huzail Al-Andalusi)
  • Find your positive hobby, yang bisa mengalihkan kita biar yang kepikiran.
Maybe masak kah, tidur kah, nonton kah, baca kah, nulis kah, nyulam kah, whatever yang pasti do what you love and love what you do tapiii yang syar’i yaa:)
Dibuku ini ustadz juga menjelaskan hubungan sebab akibat. Kalau udah siap udah mampu dan ingin menikah, tapi si jodoh tak kunjung jumpa, introspeksi diri, pantaskan diri, bersiap bersiap bersiap.
Coba bayangkan, kalau kamu laki laki, kira kira perempuan seperti apa yang kamu pengen jadi istrimu. Sebaliknya juga gitu. Coba tempatkan diri kita di diri orang, buat bahan memantaskan diri dan introspeksi.
Contoh, kalau seandainya saya jadi laki laki, saya pengen punya istri yang sholehah, hafal Q.S. Ar-Rahman, akhlaknya juara, tahan banting, gak sukak ngeluh, selalu bersyukur, gak pemarah, pandai memanage, menarik tapi gak harus cantik.
Nah, jadi saya harus kayak gitu juga, memantaskan diri. Karena janji Allah juga yang baik pasti untuk yang baik.
Contoh lagi, kalau saya sebagai perempuan *memang saya perempuan kok, believe me!*, saya pengen punya suami yang taat lah pastinya, bacaan tahsin qur'annya bagus, rutin tholabul 'ilmi, akhlaknya baik, bukan shoppaholic, gak harus ganteng biasa aja, bukan perokok, nyunnah (jenggotan & gak isbal). hahaha ini bukan curhat, ini cuma seandainya :p
Berdo’a berdo’a berdo’a, semoga Allah mendekatkan si Jodoh. Sabar, Allah itu Maha Adil kok :)

Wallahu a'lam

2 comments:

  1. Suka banget baca nya.. Bermanfaat bagi saya, sy pernah pacaran dan sudah merencanakan ke jenjang pernikahan januari depan, yg saya tau kalau ingin berkah rumah tangganya bertobat dulu, jd saya lakukan sy memohon ampun krn sy benar2 penuh dosa, biar dosa yg dulu ga ke bawa kedlm rumah tangga , tapi saat 1 hari menjelang lamaran, dia mendadak mutusin hubungan. Sy benar2 hancur pd saat itu, dn dari hari itu Allah berkali2 memperlihatkan kabar buruk r tentang dia yg jauh di luar pikiran saya, yg dulu nya sy tidak pernah menyangka dia akn melakukan hal2 itu.. Sy sadar, cara sy salah utk bahagia.. Sy mencoba bangkit dn Allah senantiasa mbuat hati saya tenang, dg mcm2 kabar buruk itu, rasanya sy sudah tahan banting mendgr kabar2 lainnya, saya cuma berharap Allah mengembalikan dia seperti dlu lagi, tp sy masih menyimpan rasa itu kak, sy berdoa agar ia jgn Allah tutup mata hatinya, sy jg masih merasakan dhati rasa yg selalu tidak enak, semacam ada ikatan.. Entah itu dari syetan atau apa? Cm biasanya kalau merasakan itu ada aja slu terjdi hal buruk dg nya, saya takut perasaan yg masih sy miliki utknya membuat sy kembali sprti dulu menyyangi hamba lain melebih dr penciptaNya,.. Bagaimana kak cara menunjukkan rasa syang yg mash sy miliki ini dg nya tapi tidak membuat Allah marah dg saya. Rasanya sy tidak ingin ia terjerumus lbh dalam, sy tdk ingn Allah menjauh dg nya, krn itu bnr2 tidak bahagia kak.. Trkdang jg sy menangis berlebihan utk nya di hadapan Allah agar ia dselamatkan.. Astagfirullah sy kembali lg berlebihan, bagaimana yg seharusnya sy lakukan kak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Risha, cinta itu fitrah dari Allah untuk manusia, jadi gpp kalo kita berdoa untuk seseorang, terlebih lagi ia adalah seorang muslim. Tapi perlu diingat, cinta terhadap sesama makhluk itu perlu dibatasi. Kita harus tau, bahwa hakikatnya Allah lah yang paling berhak dicinta melebihi apapun. Malah Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam pun pernah bersabda, "Belum sempurna iman kalian, hingga aku lebih dicintainya, dari ayah ibunya, anaknya, dan seluruh manusia." (sahih bukhari). Jadi urutannya, Allah, Rasulullah, orang tua, dst. Jadi, kalo risha sadar bahwa risha lebih mencintai seseorang melebihi Allah&Rasul, mohon ampunlah kepada Allah. Karena memang manusia seringkali khilaf dalam melakukan sesuatu. Dan ingatlah, setiap anak adam itu pernah berdosa, kecuali Rasulullah yang ma'shum. Namun risha, percayalah..Allah menyukai orang-orang yang bertaubat, sedangkan ampunan Allah itu lebih luas dibandingkan murkanya.

      Intinya, kurangi interaksi dengan si dia, stop lah stalking ttng dia. Perbanyak aja interaksi sama Qur'an, pahami arti & maknanya. Itu aja inshaa Allah cukup, sha.
      Wallahu a'lam.

      Delete

Copyright © 2016. Designed by Ismi Islamia Fathurrahmi